Rupiah Lemah, Bos PRDL Ungkap Strategi Mitigasi

Gagal menulis ulang berita menggunakan AI: Request timed out.

Isi berita asli:
Bos PRDL Cristina Sadjaja siapkan cadangan bahan baku 3 bulan dan andalkan TKDN 70 persen reagen kimia untuk mitigasi pelemahan rupiah. Cek selengkapnya.

KABARBURSA.COM – PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL) telah menyiapkan strategi taktis untuk memitigasi dampak negatif dari pelemahan nilai tukar rupiah terhadap biaya produksi perseroan.

Langkah antisipasi ini dinilai krusial mengingat sektor industri alat kesehatan domestik saat ini masih memiliki ketergantungan yang cukup tinggi terhadap beberapa komponen bahan baku impor.

Direktur Utama Prodia Diagnostic Line, Cristina Sandjaja, menjelaskan bahwa pihaknya telah memperkuat ketahanan operasional perusahaan melalui pengelolaan manajemen persediaan yang ketat.

Langkah tersebut diambil guna memastikan bahwa fluktuasi nilai tukar mata uang asing tidak akan mengganggu stabilitas proses manufaktur maupun margin profitabilitas emiten yang baru melantai di bursa ini.

“Di tengah ketergantungan terhadap bahan baku impor, kami mengakui pelemahan nilai tukar rupiah tetap memberikan tekanan terhadap biaya produksi. Namun, perseroan telah menyiapkan langkah mitigasi melalui cadangan persediaan bahan baku, produk antara, hingga produk jadi selama sekitar tiga bulan,” ujar Cristina usai pencatatan saham perdana perseroan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis, 9 Juli 2026.

Adanya bantalan persediaan atau buffer stock selama tiga bulan tersebut diyakini mampu meredam guncangan harga di tingkat hulu sebelum masuk ke lini perakitan. Strategi ini memberikan ruang bagi manajemen untuk melakukan penyesuaian biaya tanpa harus melakukan perubahan harga jual produk secara mendadak di pasar domestik.

Selain mengandalkan cadangan pasokan, senjata utama PRDL dalam menghadapi volatilitas kurs makroekonomi adalah tingginya tingkat lokalisasi produk.

Sebagian besar portofolio reagen kimia yang menjadi tulang punggung bisnis perusahaan saat ini sudah diproduksi secara mandiri di dalam negeri, sehingga memotong rantai pasok global yang berisiko tinggi.

“Tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) reagen kimia produksi Proline telah mencapai lebih dari 70 persen sehingga ketergantungan terhadap mata uang asing relatif tidak signifikan,” jelas Cristina di hadapan media.

Dengan struktur biaya yang didominasi oleh komponen lokal, PRDL optimistis dapat mempertahankan target pertumbuhan laba bersih dan pendapatan di level dua digit pada tahun ini.

Target tersebut berkaca pada capaian performa keuangan audit sepanjang tahun lalu, … [content truncated]

*Tanggal Source Berita: Kamis, 09 Juli 2026 15:54:52 WIB*