Gagal menulis ulang berita menggunakan AI: Request timed out.
Isi berita asli:
Bisnis.com, JAKARTA — Mandat langsung dari pendiri Prodia Group, Andi Wijaya (90), membuat manajemen PT Prodia Diagnostic Line Tbk. (PRDL) atau Proline mengebut seluruh proses persiapan go public hanya dalam kurun waktu 6 bulan.
Direktur Utama Prodia Diagnostic Line Cristina Sandjaja mengungkapkan proses penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham PRDL dimulai secara mendadak setelah dirinya menerima instruksi khusus pada awal tahun ini.
“Pak Andi baru memberikan arahan ke saya pada 16 Januari 2026. Beliau meminta perusahaan untuk IPO tahun ini. Saya sempat menawar agar ditunda tahun depan, tetapi beliau menegaskan harus tahun ini selagi beliau masih ada,” ujar Cristina saat ditemui di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), dikutip Kamis (9/7/2026).
Mendapat perintah tersebut, Cristina langsung bergerak cepat mengoordinasikan tim internal. Hanya dalam waktu dua minggu sejak perintah turun, perseroan langsung menunjuk underwriter (penjamin emisi efek) dan menggelar rapat perdana bersama seluruh profesi penunjang pasar modal pada 25 Januari 2026.
Akselerasi kerja membuat draf prospektus pertama rampung dalam dua bulan. Manajemen mengakui seluruh tim harus mengorbankan waktu istirahat dan bekerja tanpa kenal lelah demi mengejar target legalitas serta pemenuhan aspek finansial.
“Perjalanan Proline dalam mempersiapkan IPO ini selama 6 bulan sangat luar biasa. Kami bekerja tanpa henti, siang dan malam, bahkan sering kali hingga subuh. Hari Sabtu dan Minggu tidak pernah terlewat untuk koordinasi,” kenang Cristina.
Perjuangan meluncurkan PRDL ke pasar perdana kian menantang lantaran kondisi pasar modal sepanjang paruh pertama 2026 sedang mengalami volatilitas tinggi. Selain faktor makroekonomi, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan bursa juga menerapkan proses penapisan yang jauh lebih ketat bagi calon emiten baru.
Perseroan juga dihadapkan pada dinamika pemenuhan regulasi, termasuk penyesuaian aturan batas minimal saham publik (free float) yang sempat mencuat menyusul adanya evaluasi indeks global MSCI. Namun, seluruh kendala itu mampu diatasi dengan baik hingga perseroan mendapatkan pernyataan efektif.
Kerja keras tersebut terbayar tunai. Meski pasar sedang fluktuatif, saham PRDL justru mencetak rekor dengan oversubscribed hingga 709 kali pada porsi penjatahan terpusat. Manajemen mencatat animo pemesanan dari investor ritel domestik tersebut merupakan salah satu yang tertinggi sepanjang sejarah IPO di Indonesia.
Cristina menegaskan, keberhasilan i… [content truncated]
*Tanggal Source Berita: Kamis, 09 Juli 2026 14:26:45 WIB*