Gagal menulis ulang berita menggunakan AI: Request timed out.
Isi berita asli:
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan aktivitas penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) menjadi indikator positif iklim investasi.
Untuk mendukung hal tersebut, pemerintah terus mendorong pendalaman pasar modal sebagai salah satu sumber pembiayaan jangka panjang guna memperkuat dunia usaha sekaligus menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Baca Juga
Airlangga Ajak Dunia Usaha Manfaatkan Murahnya Barang Modal untuk Ekspansi
Airlangga: Catatan MSCI Jadi Pengingat Reformasi Pasar Modal
Airlangga: Ekspor Listrik Bersih ke Singapura Belum Dimulai Tahun Ini
“Selamat dan pecah telur bagi Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) yang baru, ini IPO pertama kali (sejak menjabat),” ujar Menko Airlangga pada acara Pembukaan Perdagangan BEI, dikutip di Jakarta, Kamis (9/7/2026).
Momentum IPO kali ini menjadi istimewa karena merupakan IPO kedua di Indonesia pada 2026 yang berlangsung di tengah dinamika pasar saham yang cukup tinggi. Meski demikian, menurut Airlangga, berlanjutnya aktivitas IPO turut mencerminkan optimisme pelaku usaha terhadap prospek perekonomian nasional yang tetap terjaga.
Pada kuartal I 2026, ekonomi Indonesia tercatat tumbuh sebesar 5,61 persen, menunjukkan resiliensi yang kuat di tengah dinamika ekonomi global.
Ia mengatakan, kinerja positif tersebut didukung oleh konsumsi domestik yang tetap terjaga, meningkatnya aktivitas investasi, serta berbagai reformasi yang terus dilakukan pemerintah untuk memperkuat iklim usaha.
Salah satu sektor yang menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi adalah industri makanan dan minuman.
Pada kuartal I 2026, sektor tersebut memberikan kontribusi sebesar 7,31 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional, meningkat dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang sebesar 7,20 persen.
Industri makanan dan minuman juga mencatatkan pertumbuhan sebesar 7,04 persen yang didorong oleh meningkatnya permintaan selama periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN). Dari sisi investasi, industri makanan dan minuman terus menunjukkan kinerja positif.
Pada kuartal I 2026, realisasi Penanaman Modal Asing (PMA) di sektor tersebut mencapai Rp 10,48 triliun, sedangkan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mencapai Rp 16,34 triliun.
Ia mengatakan, capaian tersebut mencerminkan tingginya minat investor terhadap sektor riil sekaligus menunjukkan bahwa pasar domestik Indonesia tetap berga… [content truncated]
*Tanggal Source Berita: Kamis, 09 Juli 2026 15:20:00 WIB*