Gagal menulis ulang berita menggunakan AI: Request timed out.
Isi berita asli:
Meski pasar saham Indonesia masih mengalami tekanan berat sepanjang tahun ini, antusiasme investor terhadap penawaran umum perdana saham (Initial Public Offering/IPO) PT Prodia Diagnostic Line Tbk (Proline) tetap tinggi.
Direktur Utama PT Prodia Diagnostic Line Tbk Cristina Sandjaja mengatakan minat investor terhadap saham Proline jauh melampaui ekspektasi. Hingga penutupan masa penawaran umum, perusahaan mencatat rekor jumlah pemesanan investor ritel terbesar sepanjang sejarah IPO di Bursa Efek Indonesia (BEI).
“Respons pasar pun sungguh luar biasa. Saat masa penawaran umum ditutup dua hari lalu, kami mencatatkan rekor baru dengan jumlah pesanan investor ritel terbanyak sepanjang sejarah, yakni mencapai 1,2 juta pesanan, dengan tingkat kelebihan permintaan (oversubscription) hingga 700 kali,” katanya saat seremoni pencatatan perdana saham Proline di Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (9/7).
Saat bel perdagangan dibunyikan, saham emiten berkode PRDL dibuka di level Rp162 per saham, naik 35 persen dari harga penawaran Rp120 per saham.
Sementara itu, pada saat yang sama Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih dibuka di bawah level 5.900. Pada perdagangan Rabu (8/7), IHSG melemah 1,89 persen. Sepanjang tahun berjalan, IHSG telah terkoreksi 32,08 persen, sementara sejumlah bursa regional masih mencatatkan kinerja positif.
Di tengah tekanan pasar tersebut, minat perusahaan untuk melantai di BEI tahun ini juga relatif rendah. Proline menjadi perusahaan ke-6 yang mencatatkan sahamnya di BEI sepanjang tahun ini.
Cristina menjelaskan perjalanan menuju IPO berlangsung dalam waktu yang relatif singkat. Arahan untuk membawa Proline melantai di BEI baru diberikan sekitar enam bulan lalu oleh Andi Wijaya, Chairman Prodia Group, sebagai bagian dari upaya memperkuat keberlanjutan perusahaan.
“Beliau mengatakan, ‘Proline harus IPO tahun ini, bukan dua tahun lagi, tetapi tahun ini, selagi saya masih ada’,” kata Cristina menirukan perkataan Andi Wijaya, yang baru saja merayakan ulang tahun ke-90.
Cristina mengakui proses menuju IPO bukanlah perjalanan yang mudah. Menurut dia, target untuk membawa Proline melantai di BEI dalam waktu enam bulan sempat dianggap sebagai misi yang nyaris mustahil.
“Namun, berkat kerja keras, ketangguhan, dan semangat seluruh tim Proline, para penjamin emisi, serta seluruh profesi penunjang, kami bekerja tanpa mengenal lelah. Kami menghabiskan banyak malam untuk bekerja hingga larut, siang dan malam, dan hari ini visi tersebut a… [content truncated]
*Tanggal Source Berita: Kamis, 09 Juli 2026 11:51:35 WIB*