Pasca IPO, BACH Bidik Pendapatan Tembus Rp 3 Triliun pada 2030

Gagal menulis ulang berita menggunakan AI: Request timed out.

Isi berita asli:
Untuk Masuk dan Daftar akan kami arahkan ke laman Subscribe Investor Daily

JAKARTA, investor.id – Emiten afiliasi grup Djarum, PT Bach Multi Global Tbk (BACH) optimistis mampu mempercepat pertumbuhan kinerja setelah resmi mencatatkan saham perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (8/7/2026).

Perseroan membidik pendapatan menembus lebih dari Rp 3 triliun pada 2030, didukung ekspansi bisnis solusi energi dan infrastruktur telekomunikasi.

Direktur Utama BACH Budi Kurniawan mengatakan, target tersebut mencerminkan pertumbuhan pendapatan rata-rata sekitar 12% per tahun dari posisi sekitar Rp 1,73 triliun pada 2025. Pada periode yang sama, laba bersih diproyeksikan meningkat hingga sekitar Rp 401 miliar, atau melonjak sekitar 158%.

“Kami sangat optimistis karena melihat prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia, ditambah lini bisnis power system dan infrastruktur telekomunikasi yang merupakan kebutuhan dasar masyarakat,” ujar Budi di Gedung BEI, Rabu (8/7/2026).

Menurutnya, optimisme tersebut juga ditopang oleh backlog proyek dan pesanan yang telah dikantongi sepanjang 2026. Dengan modal tersebut, perseroan meyakini mampu membukukan pertumbuhan pendapatan sekaligus meningkatkan laba bersih pada tahun ini.

Direktur BACH Hasby Jap menambahkan, target pertumbuhan rata-rata 12% per tahun tergolong konservatif bila dibandingkan dengan kinerja historis perusahaan.

Dia menjelaskan, pendapatan BACH tumbuh sekitar 39% pada periode 2023-2024, kemudian kembali meningkat sekitar 25% pada 2024-2025.

“Target pertumbuhan sekitar 12% per tahun itu sangat moderat. Kami cukup optimistis dapat mencapainya,” kata Hasby.

Untuk menopang target tersebut, perseroan akan memperluas bisnis power solution, meningkatkan proyek pembangunan infrastruktur telekomunikasi, melakukan efisiensi operasional, serta menurunkan beban keuangan setelah memperoleh dana dari IPO.

Strategi ekspansi akan difokuskan pada penambahan kapasitas penyewaan pembangkit listrik hingga 50 megawatt (MW) per tahun, pengembangan bisnis energi baru, peningkatan proyek jaringan telekomunikasi, penguatan kontrak jangka panjang berbasis recurring revenue, serta transformasi operasional melalui digitalisasi dan peningkatan kualitas layanan.

BACH menawarkan 615 juta saham baru atau setara 15,06% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO dengan harga penawaran Rp 500 per saham, sehingga menghimpun dana sekitar Rp 307,5 miliar.

Sekitar 70% dana IPO akan digunakan sebagai modal kerja, terutama untuk pembel… [content truncated]

*Tanggal Source Berita: Rabu, 08 Juli 2026 12:32:35 WIB*