PT Esa Medika Mandiri Tbk., atau lebih dikenal sebagai EMMI, mencatatkan saham perdana (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada hari Rabu, 8 Juli 2026. Saham EMMI dibuka dengan kenaikan sebesar 20,21% ke level Rp565 per saham pada saat pembukuan perdana, yang terjadi pukul 10:15 WIB. Kenaikan ini mencerminkan antusiasme investor terhadap saham emiten sektor kesehatan ini setelah pencatatannya di BEI.
EMMI adalah perusahaan bergerak dalam sektor kesehatan, dengan fokus pada distribusi dan produksi alat kesehatan kritikal yang digunakan di rumah sakit. Lini usaha EMMI meliputi distribusi alat kesehatan, manufaktur perangkat medis tertentu, serta penyediaan layanan purna jual berupa instalasi, pemeliharaan, dan perbaikan peralatan medis.
Berdasarkan profil terdahsyat EMI, perseroannya dipimpin oleh beberapa anggota keluarga Widjaja yang memiliki total kepemilikan saham sebesar 79,1% (367.246.000 + 285.410.000 + 195.200.000 + 195.200.000 = 942.056.000 saham). Selain itu, sejumlah perusahaan dan institusi investasi juga memiliki akses ke saham EMI.
EMMI telah mencatat kenaikan kinerja yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir, mampu menutupi bagian produksi alat medisnya di tiga lokasi di Indonesia. Dalam 2025, laba bersih perusahaan mencapai angka Rp1.947.286 juta atau naik sekitar 32% dari tahun sebelumnya. Meskipun demikian, perseroan ini sangat tergantung pada penjualan kepada pemerintah melalui sistem e-Katalog LKPP, yang menyumbang sekitar 75% dari total pendapatan perusahaan.
**Sentimen Saham:**
* **Sentimen Positif:** EMMI
* **Sentimen Negatif:** –
*Tanggal Source Berita: Rabu, 08 Juli 2026 10:25:54 WIB*