IHSG Menurun Sebanyak 30,77% di Periode Awal Tahun, Efek dari Foreign Outflow

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan kinerja yang signifikan pada periode awal tahun 2026. Data dari Bursa Efek Indonesia menunjukkan bahwa IHSG telah merosot sekitar 30,77% YTD hingga akhir perdagangan hari ini. Penurunan ini memperjelas ancaman yang terkait dengan outflow dana asing, yang sudah mencapai nilai total Rp 89,07 triliun di pasar reguler dan Rp 74,6 triliun di pasar seluruh Indonesia sepanjang tahun tersebut. Pergerakan harga emiten di papan akselerasi tampaknya lebih stabil dibandingkan IHSG, yang mengalami peningkatan kinerja mencapai 2,73% YTD. Hal ini disebabkan oleh perbedaan sensitivitas terhadap arus keluar dana asing antara saham-saham berkapitalisasi besar dan emiten di papan akselerasi yang memiliki likuiditas yang lebih rendah dan kepemilikan institusi asing yang lebih kecil. Dalam konteks ini, equity analyst dari PT Indo Premier Sekuritas, Imam Gunadi, menambahkan bahwa tekanan pada IHSG lebih besar berasal dari penarikan dana asing terutama di sektor-sektor perbankan dan saham dengan bobot dominan dalam indeks. Sedangkan, emiten di papan akselerasi memiliki korelasi yang lebih rendah terhadap IHSG karena likuiditas yang lebih kecil dan sensitivitasnya terhadap arus keluar dana asing juga lebih rendah.

**Sentimen Saham:**
* **Sentimen Positif:** –
* **Sentimen Negatif:** –

*Tanggal Source Berita: Rabu, 08 Juli 2026 08:45:06 WIB*