IPO Esa Medika (EMMI), Porsi Free Float 30%

Gagal menulis ulang berita menggunakan AI: Request timed out.

Isi berita asli:
Bisnis.com, JAKARTA — PT Esa Medika Mandiri Tbk. (EMMI) akan melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan mencatatkan porsi saham publik (free float) sebesar 30% atau setara 522,86 juta saham di papan pengembangan.

Porsi kepemilikan publik tersebut melampaui ketentuan minimum free float BEI sebesar 15%, di tengah upaya otoritas meningkatkan likuiditas dan kualitas pasar modal domestik.

Berdasarkan pengumuman BEI, EMMI mencatatkan total 1,74 miliar saham yang terdiri atas 1,22 miliar saham pendiri dan 522,86 juta saham hasil penawaran umum perdana (IPO).

Saham perseroan diperdagangkan dengan kode EMMI pada harga penawaran Rp470 per saham. Oleh karena itu, EMMI menghimpun dana sekitar Rp245,74 miliar sebelum dikurangi biaya emisi.

“EMMI tercatat di Papan Pengembangan dengan tanggal pencatatan dan mulai diperdagangkan pada 8 Juli 2026,” jelas pengumuman BEI.

Sejalan dengan ketentuan Bursa, jumlah saham free float EMMI per 7 Juli 2026 mencapai 522,86 juta saham atau setara 30% dari total saham tercatat. Porsi tersebut telah memenuhi ketentuan minimum kepemilikan publik sebagaimana diatur dalam Peraturan Bursa Nomor I-A yang berlaku saat proses pencatatan perseroan.

Dalam prospektusnya, perseroan juga menyampaikan tidak terdapat pemegang saham yang memperoleh saham di bawah harga penawaran umum perdana dalam enam bulan sebelum penyampaian pernyataan pendaftaran kepada OJK.

Dengan demikian, tidak ada pemegang saham yang dikenai pembatasan pengalihan saham selama delapan bulan setelah pernyataan pendaftaran efektif sebagaimana diatur dalam POJK Nomor 25 Tahun 2017.

Selain itu, pengendali perseroan, Surya Gunawan Widjaja, menyatakan tidak akan melepaskan pengendaliannya atas EMMI sekurang-kurangnya selama 12 bulan sejak tanggal pernyataan pendaftaran menjadi efektif.

BEI juga menyampaikan EMMI tidak menerbitkan surat kolektif saham (SKS) dalam IPO tersebut. Seluruh saham hasil penawaran umum didistribusikan secara elektronik dan diadministrasikan dalam sistem penitipan kolektif PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).

Sementara itu, IPO PT Esa Medika Mandiri Tbk. (EMMI) mencatatkan kelebihan permintaan (oversubscription) lebih dari 14 kali.

Direktur Utama Esa Medika Mandiri Florian Chris Widjaja mengatakan capaian oversubscription tersebut mencerminkan kepercayaan investor terhadap fundamental bisnis dan prospek jangka panjang perseroan.

“Pencapaian oversubscription pada Penjatahan Terpusat merupakan bentuk kepercayaan pasar terhadap fundamental bi… [content truncated]

*Tanggal Source Berita: Rabu, 08 Juli 2026 06:45:08 WIB*