Gagal menulis ulang berita menggunakan AI: Request timed out.
Isi berita asli:
Transaksi cepat, all in one di halaman Order.
Imbal hasil dijamin pemerintah 100% dan bebas risiko.
Bebas pilih partner penyimpanan, harga relatif stabil.
Memiliki algoritma rekomendasi produk secara real time.
Pilihan produk sesuai syariah untuk wujudkan rencana umroh.
Menyediakan layanan manajemen kekayaan dengan penasihat investasi independen.
Membantu nasabah institusi mengelola dana investasi untuk perusahaan.
Informasi terkini dan tepercaya terkait investasi di Indonesia.
Analisis eksklusif produk investasi pilihan oleh Tim Analis Bareksa.
Definisi istilah investasi yang akurat di kamus Bareksa.
Hubungi kami melalui berbagai platform pilihan.
Temukan kesempatan berkarir bersama kami.
Melalui aplikasi Bareksa Super App, investasi jadi semudah belanja online.
Copyright 2023 © PT Bareksa Marketplace Indonesia.
IPO INACO (JELI) Juli 2026, harga Rp900–Rp1.120/saham, pencatatan BEI 7 Juli. Laba tumbuh 235% di 2025. Simak jadwal lengkap, analisis keuangan, dan cara pesannya.
IPO INACO (JELI) Juli 2026, harga Rp900–Rp1.120/saham, pencatatan BEI 7 Juli. Laba tumbuh 235% di 2025. Simak jadwal lengkap, analisis keuangan, dan cara pesannya.
Barksa – PT Niramas Utama Tbk, produsen Nata de Coco, jeli mini, dan Jelly Drink merek INACO yang sudah ada di dapur keluarga Indonesia sejak 1990, membuka masa penawaran awal IPO mulai 15 Juni 2026 dengan kode saham JELI.
Mengutip prospektus ringkas yang dipublikasi e-Ipo, harga yang ditawarkan Rp900–Rp1.120 per saham. Saham mulai bisa diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia pada 7 Juli 2026.
Target dana IPO maksimal Rp392 miliar. Lebih dari separuh langsung masuk ke mesin produksi, bukan untuk bayar utang. Ini sinyal bahwa manajemen serius ingin tumbuh, bukan sekadar merapikan neraca lewat IPO.
Ini bagian yang menarik. Pendapatan INACO turun dua tahun berturut-turut, dari Rp838,94 miliar di 2023 menjadi Rp753,05 miliar di 2025. Tapi laba bersih justru melonjak dari Rp1,68 miliar ke Rp39,03 miliar di periode yang sama.
Caranya: manajemen memangkas produk yang tidak menguntungkan, menaikkan harga jual, dan menekan biaya bahan baku. Hasilnya margin laba bruto naik dari 29,4% ke 38,6% dalam tiga tahun. Bisnisnya lebih ramping, meski pertumbuhan volume belum terbukti.
Tidak semua angka mulus. Arus kas operasional turun 83% di tahun buku 2025, bukan karena bisnis memburuk, tapi karena piutang Rp174 miliar dari lonjakan penjualan akhir tahun belum tertagih per 31 Desember 2025. Rasio utang terhadap ekuitas masi… [content truncated]
*Tanggal Source Berita: Rabu, 08 Juli 2026 04:30:59 WIB*