Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berfluktuasi dalam beberapa pekan terakhir, mengingatkan investor untuk mencari saham dividen sebagai pilihan investasi yang lebih nyaman. PT BNI Sekuritas Direktur Retail Markets & Technology Teddy Wishadi menyarankan investor pemula untuk mempertimbangkan pembagian laba perusahaan kepada pemegang saham tersebut secara berkala melalui saham dividen.
Saham dividen memberikan dua sumber keuntungan: pertumbuhan harga saham dan pembagian laba. Dividend yield biasanya berada pada kisaran 3-6 persen per tahun, yang membuat investor tetap dapat menghasilkan pendapatan meskipun pergerakan harga saham tidak selalu positif.
Teddy menambahkan bahwa beberapa emiten seperti Bank Indonesia (BBNI), Bank Central Asia (BBCA), Bank Mandiri (BMRI), dan Bank Rakyat Indonesia (BBRI) memiliki rekam jejak pembagian dividen yang konsisten. Sementara itu, saham berbasis komoditas seperti Bukit Asam dan Indo Tambangraya Megah mungkin memiliki pola dividen yang lebih fluktuatif tergantung pada dinamika harga komoditas global.
Pemilihan emiten menjadi penting dalam hal pembagian dividen. Investor pemula juga perlu memahami mekanisme pembagian dividen, mulai dari cum date, ex-date, recording date hingga payment date.
Teddy menekankan bahwa tidak semua saham memiliki karakteristik yang sama dan investor harus melakukan riset mendalam terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk membeli atau menjual saham. Dengan begitu, mereka dapat menerapkan pendekatan yang lebih logis dan menguntungkan.
**Sentimen Saham:**
* **Sentimen Positif:** –
* **Sentimen Negatif:** –
*Tanggal Source Berita: Selasa, 07 Juli 2026 08:45:09 WIB*