Gagal menulis ulang berita menggunakan AI: Request timed out.
Isi berita asli:
Reporter: Yuliana Hema | Editor: Adi Wikanto
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Siap-siap! Saham perdana atas Initial Public Offering (IPO) PT Niramas Utama Tbk (JELI) mulai diperdagangkan secara bebas di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada hari ini, Selasa 7 Juli 2026. Harga saham JELI berpotensi melambung karena peminatnya yang melimpah.
Sesuai jadwal IPO, listing atau pencatatan saham JELI di BEI dimulai pada pembukaan perdagangan saham hari ini, jam 09.00 WIB. Dengan pencatatan tersebut, investor bisa membeli atau menjual saham JELI secara langsung.
Sebelumnya, penawaran umum atas IPO saham JELI telah berlangsung pada 1-3 Juli 2026. Dalam penawaran umum tersebut terjadi kelebihan permintaan alias oversubscribed sebesar 273,37 kali pada porsi pooling dengan partisipasi mencapai 606.892 SID.
Biasanya, harga saham IPO di BEI langsung melonjak hingga mencapai auto rejection atas (ARA) jika terjadi oversubscribed.
Sesuai prospektus IPO, saham JELI bisa menyentuh ARA jika meningkat hingga 25% atau harga mencapai Rp 1.125. Sebaliknya, harga saham JELI akan terkena auto rejection bawah (ARB) jika turun 15% atau mencapai Rp 765.
Baca Juga: SBN Ritel ORI030 Berpotensi Geser Likuiditas Investor, Ini Instrumen yang Terdampak
Seperti diketahui, perusahaan produsen makanan dan minuman yang dikenal melalui merek INACO, menawarkan sebanyak 266 juta saham baru kepada publik dengan harga penawaran Rp 900 per saham.
Lewat aksi korporasi ini, JELI berpotensi menghimpun dana sekitar Rp 239,4 miliar yang akan digunakan untuk mendukung ekspansi usaha. Dana ini digunakan untuk meningkatkan kapasitas produksi, penguatan distribusi, serta kebutuhan modal kerja.
CEO Sucor Sekuritas Bernadus Wijaya bilang, sebagai underwriter IPO tunggal JELI, pencapaian ini menjadi istimewa karena merupakan IPO kedua di Indonesia di 2026 yang berlangsung di tengah kondisi pasar yang masih penuh ketidakpastian.
“IPO JELI mencatatkan oversubscription sebesar 273,37 kali pada porsi pooling dengan total 606.892 investor. Pencapaian ini menjadi sangat istimewa di tengah kondisi pasar yang masih penuh ketidakpastian,” jelasnya dalam keterangan resmi, Sabtu (4/7/2026).
Tonton: BRI Bagikan Dividen Rekor Rp 52,1 Triliun, Danantara Disebut Percepat Transformasi
Bernadus mengatakan, keberhasilan ini menunjukkan bahwa di tengah volatilitas pasar, kepercayaan investor terhadap emiten dengan fundamental yang baik dan prospek usaha yang menjanjikan tetap sangat kuat.
Direktur Niramas Utama Adhi S Lukman menambah… [content truncated]
*Tanggal Source Berita: Selasa, 07 Juli 2026 04:00:47 WIB*