Pada Rabu, 02 Juli 2026, saham PT Bank Central Asia Tbk atau BCA mengalami penurunan sekitar 6,33% menjadi Rp5.550 per lembar setelah IHSG melemah sebesar 1%. Penurunan tersebut diiringi oleh tekanan dari saham-saham energi serta IPO RANS Incar dana Rp429 miliar. Dalam konteks ini, BCA menunjukkan aksi borong yang lebih masif setelah peningkatan asing pada perdagangan Senin (6/7/2026). Data dari Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan asing tercatat melakukan pembelian bersih sebesar Rp 72,3 miliar di saham BBCA. Pergerakan harga saham BCA pada sesi I menguat 0,83% menjadi level Rp6.100, yang merupakan perbaikan setelah penurunan signifikan dalam beberapa bulan terakhir. Dalam sebulan terakhir, saham bank ini mencatatkan kenaikan 20,2%, sedangkan sejak awal tahun (year to date) tercatat turun 24,4%. Ini merupakan lanjutan dari aksi pekan sebelumnya di mana asing juga tercatat melakukan net buy terhadap saham ini senilai Rp193,7 miliar. Data tersebut menunjukkan bahwa asing terus mendukung penyelesaian BCA pada pasar saham Indonesia.
**Sentimen Saham:**
* **Sentimen Positif:** BCAA
* **Sentimen Negatif:** –
*Tanggal Source Berita: Senin, 06 Juli 2026 12:49:58 WIB*