Gagal menulis ulang berita menggunakan AI: Request timed out.
Isi berita asli:
Rencana penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) PT RANS Entertainmen Indonesia Tbk (RANS) tak sepenuhnya disambut antusias oleh pelaku pasar. Perusahaan media dan hiburan milik pasangan Raffi Ahmad dan Nagita Slavina itu disorot terkait sejumlah bisnisnya yang tak berjalan hingga dikaitkan dengan potensi menjadi jalan keluar atau exit liquidity para pemegang saham perusahaan.
RANS menetapkan harga IPO batas atas Rp 170 per saham dari rentang Rp 135 – Rp 170 per lembar saham. RANS menunjuk Trimegah Sekuritas Indonesia sebagai penjamin pelaksana emisi efek dan direncanakan melantai di BEI pada 10 Juli 2026.
Tak hanya itu, RANS menawarkan sebanyak 2,52 miliar saham baru atau setara 20,02% dari modal ditempatkan dan disetor setelah IPO. Saham tersebut ditawarkan dengan harga Rp 170 per saham, sehingga RANS berpotensi menghimpun dana Rp 429,25 miliar dari aksi IPO.
Di balik rencana aksi korporasi itu, investor juga perlu mencermati kondisi operasional sejumlah entitas anak usaha perseroan. Berdasarkan prospektus, terdapat tujuh anak usaha RANS hingga saat ini tercatat tidak beroperasi.
Perusahaan-perusahaan tersebut bergerak di berbagai bidang, mulai dari restoran, penyelenggara acara (event organizer), klub olahraga digital, taman rekreasi dan konservasi, hingga jasa dan perdagangan. Misalnya PT Rans Keluarga Bersama, PT Rans Olahraga Digital, PT Rans Karnaval Internasional, PT Rans Karnaval Indonesia, PT Rans Boga Indonesia (RBI), PT Manusia Masa Depan, dan PT Rans Surya Aktivasi. Sebagian besar didirikan pada periode 2021–2022.
Seiring dengan rencana IPO, kinerja keuangan RANS Entertainmen Indonesia babak belur sepanjang 2025. Pendapatan perseroan merosot 13,91% secara tahunan menjadi Rp 353,37 miliar, dari Rp 410,49 miliar pada 2024.
Penurunan tersebut dipicu merosotnya pendapatan dari segmen brand ambassador dan talent management yang anjlok 51,55% menjadi Rp 51,92 miliar. Selain itu, pendapatan dari penjualan produk makanan, minuman, dan kecantikan berbasis intellectual property (IP) juga turun 12,69% menjadi Rp 107 miliar. Perseroan juga tidak lagi memperoleh kontribusi dari segmen olahraga setelah melepas anak usaha PT Rans Prestisius Klub Sepakbola pada 2024.
Sejalan dengan penurunan pendapatan, laba bersih RANS ikut merosot 41,6% menjadi Rp 56,68 miliar pada 2025, dari Rp 97,07 miliar pada tahun sebelumnya.
Perseroan menjelaskan penurunan laba tersebut dipengaruhi oleh tingginya basis perbandingan pada 2024 yang ditopan… [content truncated]
*Tanggal Source Berita: Senin, 06 Juli 2026 09:03:00 WIB*