Pada Rabu, 1 Juli 2026, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun sekitar 1% menjadi Rp5.896,13 dari level awal perdagangan. Salah satu saham yang mengalami penurunan signifikan adalah PT Bank Central Asia Tbk atau BCA dengan penurunan sebesar 6,33%, menempatkannya di kisaran Rp5.550 per lembar. Data tersebut menunjukkan bahwa investor asing telah mencatat transaksi jual bersih (net sell) pada saham-saham tersebut, termasuk BCA.
Beberapa hari kemudian, pada Ahad, 5 Juli 2026, data dari CNBC Indonesia menyebutkan bahwa investor asing masih melanjutkan aksi beli bersih (net buy) di pasar saham domestik. Data ini menunjukkan bahwa sejumlah saham telah menjadi magnet bagi investor asing setelah periode penjualan yang panjang.
BCA, salah satu perusahaan bank berkapitalisasi jumbo, tampaknya merupakan salah satu saham yang mulai diborong oleh investor asing. Jika melihat data aksi beli bersih (net buy) pada saham-saham perbankan dan sektor lain, BCA mungkin menjadi langkah awal dalam proses pemulihan harga.
Perlu diingat bahwa penurunan IHSG yang terjadi di akhir Juni dan awal Juli 2026 telah berdampak signifikan pada beberapa saham besar. Seiring dengan aksi beli bersih (net buy) dari investor asing, kita dapat melihat potensi perbaikan harga untuk BCA dalam waktu dekat.
**Sentimen Saham:**
* **Sentimen Positif:** BCAA
* **Sentimen Negatif:** –
*Tanggal Source Berita: Senin, 06 Juli 2026 07:00:14 WIB*