Gagal menulis ulang berita menggunakan AI: Request timed out.
Isi berita asli:
Reporter: Avanty Nurdiana | Editor: Adi Wikanto
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Kesempatan terakhir untuk mendapatkan saham perdana dari hajatan initial public offering (IPO) PT Bach Multi Global Tbk (BACH). Lebih dari 600.000 investor telah antre mendapatkan IPO saham BACH.
Penawaran umum IPO saham BACH ditutup hari ini, Senin 6 Juli 2026 jam 09.00 WIB. Masa penawaran umum berlangsung sejak 2 Juli 2026. Selanjutnya, saham BACH dijadwalkan mulai diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia pada 8 Juli 2026.
Menjelang penutupan penawaran umum, investor banyak yang meminati IPO saham BACH. Data Stockbit mencatat, hingga Senin 6 Juli 2026 jam 01.05 WIB, sebanyak 663.051 akun investor telah antre memesan IPO saham BACH.
BACH menawarkan sebanyak 615 juta saham baru atau setara 15,06% dari modal ditempatkan dan disetor setelah IPO dengan harga penawaran Rp 442 per saham. perusahaan menargetkan dana sekitar Rp 271,83 miliar dari aksi korporasi tersebut.
BACH dinilai memiliki posisi strategis untuk memanfaatkan pertumbuhan kebutuhan listrik cadangan (backup power) dan ekspansi infrastruktur digital nasional.
Di tengah masih berlangsungnya masa penawaran umum perdana saham (IPO), Semesta Indovest Sekuritas dalam riset 2 Juli 2026 menilai model bisnis perusahaan yang menggabungkan penyediaan genset dengan jasa konstruksi dan pemeliharaan infrastruktur telekomunikasi menjadi keunggulan kompetitif di tengah berkembangnya industri.
Baca Juga: Blue Chip Tertekan, Analis Sebut Peluang Rebound Semester II 2026, Cek Pilihan Saham!
BACH tidak hanya mengandalkan penjualan dan penyewaan generator set (genset), tetapi juga memperoleh pendapatan dari pembangunan serta pemeliharaan infrastruktur telekomunikasi. Kombinasi tersebut dinilai memberikan peluang cross-selling karena operator telekomunikasi membutuhkan pasokan listrik yang andal sekaligus layanan operasional untuk menjaga keandalan jaringan.
“Model bisnis yang terintegrasi membuka peluang perusahaan menangkap permintaan dari kebutuhan genset, mobile backup power, maintenance site, fiberisasi, hingga pembangunan infrastruktur digital,” tulis Semesta Indovest dalam riset.
Prospek tersebut ditopang oleh kinerja keuangan yang tumbuh signifikan sepanjang 2025. Perusahaan ini membukukan pendapatan sebesar Rp 1,73 triliun atau meningkat 39,7% dibandingkan tahun sebelumnya, terutama didorong pertumbuhan bisnis penjualan dan penyewaan genset.
Tonton: Indonesia Incar Rudal BrahMos! India: Pembahasannya Sudah Sangat Maju
Peningkata… [content truncated]
*Tanggal Source Berita: Senin, 06 Juli 2026 06:47:37 WIB*