Gagal menulis ulang berita menggunakan AI: Request timed out.
Isi berita asli:
HERALD.ID, JAKARTA – Saham PT Indosat Tbk (ISAT) mencuri perhatian pelaku pasar setelah melonjak lebih dari 8 persen pada perdagangan akhir pekan.
Kenaikan ini terjadi di tengah kabar bahwa perseroan melakukan divestasi sebagian kepemilikan pada bisnis infrastruktur serat optik kepada perusahaan yang berada di bawah Grup Hashim.
Harga saham ISAT ditutup di level Rp1.985 setelah sempat menembus area psikologis Rp2.000 pada sesi perdagangan. Meski demikian, saham tersebut belum mampu bertahan di atas level tersebut sehingga memunculkan pertanyaan apakah tren kenaikan masih akan berlanjut atau justru menjadi momentum bagi investor untuk merealisasikan keuntungan.
Aksi korporasi yang menjadi perhatian pasar adalah pelepasan mayoritas saham anak usaha yang bergerak di bisnis jaringan serat optik kepada PT Nusantara Fiber Teknologi, perusahaan yang berada di bawah Arsari Group milik Hashim Djojohadikusumo.
Meski melepas kepemilikan mayoritas, Indosat masih mempertahankan sekitar 49 persen saham di perusahaan tersebut. Langkah ini dinilai sebagai strategi untuk memperkuat fokus bisnis sekaligus tetap mempertahankan eksposur terhadap sektor infrastruktur telekomunikasi.
Namun, dari sisi teknikal, kenaikan harga saham belum sepenuhnya didukung oleh aliran dana besar. Data transaksi menunjukkan penguatan ISAT terjadi tanpa akumulasi signifikan dari pelaku pasar utama, sementara investor asing justru masih mencatatkan aksi jual bersih selama perdagangan.
Kondisi tersebut membuat level Rp2.000 menjadi area yang sangat menentukan arah pergerakan berikutnya. Saham ISAT juga masih menghadapi hambatan pada area rata-rata pergerakan jangka menengah sehingga peluang koreksi tetap terbuka apabila gagal menembus level resistennya.
Bagi investor yang telah mengoleksi saham di harga lebih rendah, momentum penguatan saat ini dinilai layak dicermati sebagai kesempatan mengevaluasi posisi investasi. Sebaliknya, investor yang belum memiliki saham ISAT dinilai lebih aman menunggu konfirmasi penguatan di atas area Rp2.000 sebelum mempertimbangkan masuk ke pasar.
Selain ISAT, sejumlah saham sektor telekomunikasi juga menjadi perhatian.
Saham PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) masih bergerak di kisaran Rp1.700 dan berupaya menembus area Rp1.730 menjelang agenda pembagian dividen. Pergerakan saham ini didukung akumulasi yang relatif terbatas, sementara investor asing masih mencatatkan pembelian meski dalam jumlah kecil.
Di sisi lain, saham PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (… [content truncated]
*Tanggal Source Berita: Minggu, 05 Juli 2026 21:10:00 WIB*