Direktur BRMS Tambah Kepemilikan, Borong 400 Ribu Saham Senilai Sekitar Rp196 Juta

Gagal menulis ulang berita menggunakan AI: Request timed out.

Isi berita asli:
Direktur PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS), Adrian Wicaksono, meningkatkan kepemilikan sahamnya di emiten tambang emas dan tembaga tersebut melalui pembelian di pasar reguler.

Berdasarkan keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), Adrian mengakuisisi sebanyak 400.000 saham BRMS pada 2 Juli 2026 dengan harga pelaksanaan Rp490 per saham. Nilai transaksi tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp196 juta.

Setelah transaksi itu, total kepemilikan saham Adrian meningkat dari 810.000 lembar menjadi 1,21 juta lembar saham. Dalam laporannya kepada BEI, Adrian menyebutkan bahwa pembelian saham tersebut dilakukan untuk tujuan investasi.

Langkah ini melanjutkan aksi akumulasi saham yang telah dilakukan Adrian sejak Juni 2026. Sebelumnya, ia belum tercatat memiliki saham BRMS.

Pada 2 Juni 2026, Adrian membeli 350.000 saham dengan harga Rp580 per saham, sehingga nilai transaksinya sekitar Rp203 juta. Sehari kemudian, ia kembali melakukan dua kali pembelian, masing-masing sebanyak 160.000 saham pada harga Rp500 per saham dan 300.000 saham pada harga Rp530 per saham. Total dana yang dikeluarkan pada 3 Juni mencapai sekitar Rp239 juta.

Dengan demikian, selama dua hari perdagangan pada awal Juni, Adrian telah menginvestasikan sekitar Rp442 juta untuk mengoleksi saham BRMS. Setelah rangkaian transaksi tersebut, kepemilikannya bertambah dari nihil menjadi 810.000 saham.

Adrian merupakan Direktur BRMS sejak 2023. Sebelum bergabung dengan perseroan, ia memiliki pengalaman di bidang keuangan dan pasar modal, termasuk pernah bekerja di Suffolk University Finance Department di Boston, Amerika Serikat, serta memulai karier profesional di Departemen Akuntansi Star Energy pada 2006. Ia juga pernah menjadi analis di Nusantara Capital Securities sebelum mendirikan PT Tri Karya Teslatama dan menjabat Direktur PT AP Investment.

Di sisi lain, pergerakan saham BRMS menunjukkan penguatan pada penutupan perdagangan Jumat (3/7/2026). Berdasarkan data RTI Infokom, saham BRMS ditutup naik 2,89% ke level Rp498 per saham.

Meski demikian, kinerja saham BRMS masih mencerminkan tekanan dalam jangka menengah. Dalam sepekan terakhir pergerakannya relatif stagnan, sementara secara bulanan saham ini masih melemah 4,23%. Sejak awal 2026, harga saham BRMS telah terkoreksi sekitar 54,73%.(*)

Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto,
infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat
di situs web ini, melakukan crawling atau
pengindeksan otomatis untuk p… [content truncated]

*Tanggal Source Berita: Minggu, 05 Juli 2026 18:30:00 WIB*