Gagal menulis ulang berita menggunakan AI: Request timed out.
Isi berita asli:
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan periode 29 Juni–3 Juli 2026 turun 0,35% menjadi 5.875,780 dari 5.896,134 pada pekan sebelumnya. Pergerakan pasar yang masih berfluktuasi mendorong investor untuk mencari strategi investasi yang lebih sesuai dengan profil risiko masing-masing.
Di tengah kondisi tersebut, Direktur Retail Markets & Technology PT BNI Sekuritas, Teddy Wishadi, menilai saham dividen dapat menjadi salah satu pilihan yang lebih ramah bagi investor pemula.
“Dividen adalah bagian laba perusahaan yang dibagikan kepada pemegang saham. Jadi investor tidak hanya bergantung pada kenaikan harga saham, tetapi juga mendapatkan penghasilan tunai secara berkala,” ujar Teddy dalam keterangannya yang dikutip di Jakarta, Minggu (5/7/2026).
Menurut dia, sejumlah saham dividen menawarkan dividend yield sekitar 3%–6% per tahun. Dengan demikian, investor tetap berpeluang memperoleh imbal hasil meskipun kenaikan harga saham terbatas. Karakteristik tersebut juga dinilai dapat membantu mengurangi tekanan psikologis investor saat pasar bergerak fluktuatif.
Namun, Teddy menekankan bahwa karakter setiap saham dividen tidak sama. “Ada emiten yang memiliki pembagian dividen relatif stabil karena rekam jejak bisnis yang solid serta arus kas yang sehat. Contohnya seperti BBNI, BBCA, BMRI, dan BBRI di sektor perbankan, serta Indofood CBP Sukses Makmur di sektor konsumsi,” jelasnya.
Sebaliknya, sektor komoditas seperti PT Bukit Asam Tbk (PTBA) dan PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) cenderung memiliki pola pembagian dividen yang lebih fluktuatif karena dipengaruhi siklus harga komoditas. Sementara itu, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk dinilai berada pada posisi yang relatif seimbang, dengan riwayat pembagian dividen yang cukup konsisten serta potensi pertumbuhan bisnis jangka panjang.
Teddy juga mengingatkan investor pemula untuk memahami mekanisme pembagian dividen, yakni cum date, ex-date, recording date, dan payment date. Cum date merupakan hari terakhir investor dapat membeli saham dan tetap berhak atas dividen. Setelah memasuki ex-date, investor yang baru membeli saham tidak lagi berhak memperoleh dividen tersebut.
Sementara itu, recording date merupakan tanggal pencatatan pemegang saham yang berhak menerima dividen, sedangkan payment date adalah tanggal pembayaran dividen kepada investor yang berhak.
Menurut Teddy, musim dividen di pasar saham Indonesia umumnya berlangsung setelah pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang banya… [content truncated]
*Tanggal Source Berita: Minggu, 05 Juli 2026 19:00:00 WIB*