PT Kapuas Prima Coal Tbk (ZINC), salah satu emiten dari PT Chandra Asri Pacific Tbk, telah memutuskan untuk tidak memberikan pembagian dividen pada tahun buku 2025. Keputusan ini didasarkan pada kinerja keuangan negatif yang dicatat oleh perseroan tersebut sepanjang tahun lalu.
Pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang diadakan pada 30 Juni 2026, ZINC memutuskan untuk tidak memberikan dividen kepada pemegang saham. Keputusan ini disebabkan oleh angka rugi bersih sebesar Rp252,77 miliar yang dicatat perseroan tersebut di akhir tahun buku 2025.
Direktur Utama ZINC, Harjanto Widjaja, menjelaskan bahwa keputusan untuk tidak memberikan dividen adalah hasil dari kondisi keuangan negatif dan kinerja yang buruk selama periode waktu tersebut. Selain itu, ZINC juga telah mencatat penggunaan hasil usaha yang terjadi sepanjang tahun buku 2025 melalui pembagian akumulasi rugi.
Pemegang saham ZINC, yang mengontrol hak suar sekitar 66,2% dari seluruh jumlah saham, telah memberikan kewenangan kepada Dewan Komisaris untuk menetapkan sistem remunerasi Direksi dan Dewan Komisaris untuk tahun berikutnya. Keputusan ini akan mencakup penilaian terhadap kinerja perusahaan, kondisi keuangan, serta tingkat daya saing di pasar.
Pada RUPST tersebut juga disetujui laporan tahunan dan laporan keuangan konsolidasi untuk tahun buku 2025. Penggunaan hasil usaha ini telah mencakup pembagian akumulasi rugi selama periode waktu yang ditentukan.
Pemegang saham ZINC juga menyetujui pelunasan dan pembebasan tanggung jawab (acquit et de charge) kepada Direksi dan Dewan Komisaris atas tindakan pengurusan dan pengawasan selama tahun buku tersebut. Keputusan ini berarti bahwa penanggungjawaban ZINC untuk kinerja yang telah terjadi di masa lalu telah selesai.
ZINC merupakan salah satu emiten dari PT Chandra Asri Pacific Tbk, sebuah perusahaan besar dalam industri batu bara yang membentuk hubungan ekuitas dan dividen. Keputusan tidak memberikan pembagian dividen ini menunjukkan konsistensi dalam menjalankan strategi keuangan yang berfokus pada pendanaan internal sebagai cara untuk mengurangi risiko dan meningkatkan daya saing perseroan di pasar.
Dengan demikian, pengumuman ZINC akan memiliki dampak signifikan pada investor, terutama dalam jangka pendek. Namun, keputusan ini juga menunjukkan komitmen perusahaan untuk berfokus pada manajemen keuangan yang efisien dan responsif terhadap kondisi pasar yang fluktuatif.
Pemegang saham ZINC telah memberikan kewenangan kepada Dewan Komisaris untuk melakukan penyesuaian yang diperlukan untuk mendukung tumbuhnya perusahaan dalam jangka panjang, termasuk pertimbangan tentang peluang pembagian dividen di masa depan.
Dengan demikian, keputusan ZINC memutuskan tidak memberikan pembagian dividen ini telah menjadi langkah penting dalam upaya mereka untuk mengontrol dan mengelola risiko yang berkaitan dengan kinerja keuangan perseroan.
**Sentimen Saham:**
* **Sentimen Positif:** –
* **Sentimen Negatif:** ZINC
*Tanggal Source Berita: Minggu, 05 Juli 2026 18:19:00 WIB*