Emiten Hotel & Pariwisata Tersengat Momentum Libur Sekolah, Ini Rekomendasi Sahamnya

Gagal menulis ulang berita menggunakan AI: Request timed out.

Isi berita asli:
Reporter: Rashif Usman | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Emiten di sektor hotel dan pariwisata berpotensi mencatatkan kinerja yang lebih baik pada kuartal III-2026 seiring bergulirnya musim libur sekolah yang berlangsung pada periode Juni-Juli 2026.

Meningkatnya mobilitas masyarakat untuk berwisata diperkirakan akan mendorong tingkat okupansi hotel, kunjungan ke destinasi rekreasi, hingga permintaan terhadap berbagai layanan penunjang pariwisata.

Junior Analyst Kiwoom Sekuritas Kevin Yudha Pratama mengatakan sentimen libur sekolah tetap menjadi katalis positif bagi emiten yang memiliki eksposur langsung ke hotel, resort, dan rekreasi, terutama karena periode libur sekolah biasanya mulai akhir Juni, sehingga dampaknya dapat terlihat pada kinerja kuartal III.

Baca Juga: Rupiah Berpeluang Menguat Terbatas, Tapi Sentimen Domestik Masih Membayangi

Secara historis, emiten yang lebih bergantung pada segmen hotel dan pariwisata seperti BUVA dan PJAA cenderung mencatatkan kenaikan pendapatan pada kuartal III dibandingkan kuartal II, seiring peningkatan okupansi, kunjungan wisata, dan aktivitas rekreasi.

Meski begitu, Kevin berpendapat, dampak positif musim libur sekolah tidak dirasakan secara merata oleh seluruh emiten di sektor properti. Emiten yang memiliki portofolio bisnis lebih terdiversifikasi, seperti CTRA dan PWON, cenderung memperoleh manfaat yang lebih terbatas.

Pasalnya, kinerja kedua emiten tersebut tidak hanya ditopang oleh bisnis hotel, tetapi juga berasal dari penjualan properti, pendapatan berulang (recurring income), serta portofolio properti mixed-use.

Disisi lain, sentimen libur sekolah tidak selalu diikuti penguatan harga saham para emiten. Sebab, momentum libur sekolah merupakan faktor musiman yang umumnya telah diantisipasi oleh pelaku pasar.

Baca Juga: MBG Dorong Permintaan, Saham Sektor Poultry Masih Positif di Kuartal III-2026

“Kenaikan okupansi hotel maupun traffic pengunjung memang positif secara operasional, terutama bagi emiten seperti BUVA dan PJAA, tetapi pelaku pasar tetap akan melihat apakah dampaknya cukup signifikan terhadap pendapatan dan laba setahun penuh,” kata Kevin kepada Kontan, Jumat (3/7/2026).

Selain itu, bagi emiten properti yang lebih terdiversifikasi, kontribusi segmen hotel relatif lebih kecil sehingga efek positif dari musim liburan cenderung terdilusi.

“Jadi, bukan berarti pasar tidak mengapresiasi sektor perhotelan, melainkan pelaku pasar cenderung lebih selektif dan lebih fokus pa… [content truncated]

*Tanggal Source Berita: Minggu, 05 Juli 2026 18:25:09 WIB*