BCAA: Saham Bangkit Setelah Suratan Takdir

Saham PT Bank Central Asia Tbk (BCAA) atau BCA menguat sebesar 6,33% menjadi Rp5.550 pada perdagangan Rabu (1 Juli 2026), setelah mengalami penurunan signifikan sebelumnya. Ini setelah beberapa waktu lalu berbalik arah dengan akses net sell saham mencapai Rp8,6 miliar di pukul 09.18 WIB. Penurunan ini disusul oleh tekanan asing yang membeli BCA. Data dari Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan penurunan sekitar 1%, diikuti oleh kenaikan beruntun investor asing pada perdagangan tersebut.

Sementara itu, CGS International Sekuritas mengatakan saham BCA ditutup naik +4,31% pada Jumat kemarin, setelah sempat naik sebesar +6,03%. Katalis peningkatan ini disebabkan oleh kebijakan moneter ketat Bank Indonesia karena perseroan memiliki likuiditas yang paling longgar (Mei 2026 : LDR = 77%).

Dalam review trading perdagangan Jumat kemarin, MNC Sekuritas mempertahankan pandangan overweight terhadap sektor perbankan dan BBCA sebagai saham pilihan utama. Rekomendasi untuk saham BCA adalah buy dengan target harga Rp 8.700.

**Sentimen Saham:**
* **Sentimen Positif:** BCAA
* **Sentimen Negatif:** –

*Tanggal Source Berita: Sabtu, 04 Juli 2026 19:37:46 WIB*