Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melaju kencang pada perdagangan Jumat (3/6/2026), meski masih menghadapi tantangan likuiditas pasar. Indeks tersebut ditutup naik 141,45 poin atau 2,46% menjadi level 5.886,01. Mayoritas saham berada di zona hijau, sebanyak 520 emiten atau sebagian besar perusahaan tercatat di pasar.
Namun, ancaman masih ada. Anjirnya likuiditas membuat transaksi hanya mencapai nilai Rp 10,43 triliun dengan volume 17,02 miliar saham dalam 1,36 juta kali transaksi. Kapitalisasi pasar tetap bertahan di level Rp 10.287 triliun.
IHSG terus dipimpin oleh perusahaan-perusahaan besar seperti Bank Central Asia (BBCA), Astra International (ASII), dan Amman Mineral Internasional (AMMN). Sebaliknya, sumber tekanan utama adalah PT Sinar Mas Multiartha Tbk (SMMA), yang mengurangi indeks hingga 2,28 poin.
Peran investor asing juga menjadi perhatian. Mereka melakukan pembelian bersih sebesar Rp160,3 miliar, termasuk Rp1,9 triliun foreign buy dan Rp1,8 triliun foreign sell. Ini menunjukkan masih ada spekulasi dan dinamika pasar yang kompleks.
Penguatan IHSG hari itu juga didorong oleh sektor-sektor seperti utilitas (naik 3,61%), bahan baku (3,39%) dan teknologi (2,46%). Namun, pergerakan ini masih dibatasi karena masih ada saham-saham yang mengalami penurunan signifikan. Oleh itu, IHSG tetap berada di garis tengah dalam perekonomian Indonesia, memantau perkembangan pasar yang terus berubah.
**Sentimen Saham:**
* **Sentimen Positif:** BBCA, ASII, AMMN
* **Sentimen Negatif:** SMMA
*Tanggal Source Berita: Jumat, 03 Juli 2026 16:32:36 WIB*