Gagal menulis ulang berita menggunakan AI: Request timed out.
Isi berita asli:
INFORMASI.COM, Jakarta – Perputaran uang di pasar modal berpotensi membludak di semester II-2026. Sumbernya tidak hanya dari sisi transaksi saham, tapi juga berasal dari penawaran umum perdana saham (IPO) serta penerbitan obligasi dan sukuk.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (2/7/2026), meski asing masih membukukan net sell, tapi nilai rata-rata transaksi harian masih cukup besar. Angkanya mencapai Rp23,96 triliun.
Angka tersebut terbentuk berdasarkan nilai transaksi harian pada 1 Juli 2026 sebesar Rp10,27 triliun dan naik menjadi Rp11,14 triliun pada 2 Juli 2026.
Di sisi lain, BEI juga tengah bersiap menerima kedatangan enam perusahaan baru dalam deretan IPO. Di antaranya, PT Nitrasanata Dharma Tbk (JECX), PT Esa Media Mandiri Tbk (EMMI), PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL), PT Rans Entertainmen Indonesia Tbk (RANS), PT Niramas Utama Tbk (JELI), dan PT Bach Multi Global Tbk (BACH).
Perusahaan Raffi-Nagita Tetapkan Harga IPO Rp170 dan Berpotensi Himpun Dana Rp429,25 Miliar
Mengacu prospektus masing-masing perusahaan, total potensi penghimpunan dana yang bisa diraih mencapai Rp2,14 triliun.
Perputaran uang di pasar modal juga bakal semakin ramai dengan hadirnya beberapa perusahaan yang akan menerbitkan obligasi dan sukuk.
Sejak 1-2 Juli 2026 menurut pengumuman Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), tercatat ada 11 perusahaan yang telah menyatakan pendaftarannya. Salah satunya PT Dian Swastatika Sentosa Tbk dengan penerbitan Obligasi Berkelanjutan II Tahap I Tahun 2026 Rp233,46 miliar.
Kemudian PT Bank UOB Indonesia dengan obligasi Rp200 miliar, PT Indonesia Infrastructure Finance obligasi Rp432,58 miliar, PT Profesional Telekomunikasi Indonesia atau Protelindo dengan obligasi Rp3 triliun.
Apa yang Dilakukan OJK dan BEI usai Ambruknya IHSG pasca MSCI? Reformasi Pasar Modal!
Selain itu ada juga PT Tamaris Hidro dengan sukuk Rp1 triliun, PT Pegadaian (Persero) dengan obligasi Rp1,5 triliun dan sukuk Rp1 triliun, PT Soechi Lines Tbk dengan sukuk Rp134,85 miliar, PT Pindo Deli Pulp and Paper Mills dengan obligasi Rp2,5 triliun dan sukuk Rp500 miliar.
Ditambah lagi PT CIMB Niaga Auto Finance dengan obligasi Rp200 miliar, PT Adaro Indonesia dengan obligasi Rp2 triliun, dan PT MNC Kapital Indonesia Tbk dengan obligasi Rp1,4 triliun.
*Tanggal Source Berita: Jumat, 03 Juli 2026 12:24:00 WIB*