Dividend Akhir Pekan: Delapan Emenen Masuk Masa Cum Divident

Pada akhir pekan ini, delapan perusahaan publik di Bursa Efek Indonesia (BEI) memasuki masa cum divident. Ini merupakan periode khusus dimana emiten-emenenenenya membayar dividen tunai kepada investor. Pemerintah telah menghimpun data perdagangan dan menunjukkan bahwa 11 perusahaan terdaftar di BEI memasuki tanggal cum date untuk pembayaran dividen pada akhir pekan ini.

PT Delta Djakarta Tbk (DLTA), salah satu produsen minuman, menjadi emiten dengan tingkat imbal hasil tertinggi. Emiten tersebut memberikan dividen senilai Rp181 per lembar saham pada harga terakhirnya di level Rp1.905, menciptakan dividend yield sebesar 9,50 persen.

Emenen Sistem Perkebunan Kelapa Sawit (LSIP) juga dikenal dengan tingkat imbal hasil yang menarik. Emiten ini memberikan dividen sebesar Rp83 per saham pada harga terakhirnya sekitar Rp1.305, menghasilkan yield sebesar 6,36 persen.

Emenen Sistem Perkebunan Kelapa Sawit lainnya (SIMP) mengekor di peringkat ketiga dengan yield 4,81 persen dari dividen Rp26 per lembar saham. Perbandingan harga terakhir yang berada di Rp540 menciptakan tingkat imbal hasil yang cukup atraktif.

Emenen Telekomunikasi (ERAA) juga menawarkan imbal hasil rendah, dengan yield 3,83 persen dari dividen Rp17 per saham pada harga terakhirnya sekitar Rp444. Namun, emiten ini masih berada dalam daftar yang mencatatkan tingkat imbal hasil di kisaran 1 hingga 2 persen.

Di sektor lain, PT Baramulti Suksessarana Tbk (BSSR) dari bidang batu bara juga menjadi pilihan investor. Emiten ini memberikan dividen interm dan final dengan yield sebesar 3,11 persen dari dividen Rp118,42 per saham pada harga terakhirnya yang berada di Rp3.810.

Selain itu, beberapa perusahaan lain juga mencatatkan tingkat imbal hasil rendah. PT Arita Prima Indonesia Tbk (APII) menawarkan yield 2,16 persen dari dividen Rp4 per saham, sedangkan PT Multi Medika Internasional Tbk (PART) dengan yield 1,95 persen dari dividen Rp2,14 per saham.

Dari sejumlah emiten yang mencatatkan tingkat imbal hasil di kisaran 1 hingga 2 persen, juga termasuk PT Kreasi Sumber Sumber Ihsan Tbk (CSIS) dengan yield 1,96 persen dari dividen Rp3 per saham dan PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI), yang mencatatkan yield rendah sebesar 0,78 persen (dividen Rp1) pada harga terakhirnya di Rp54.

Dengan informasi ini, investor dapat memilih emiten mana yang paling menarik untuk investasinya. Mereka juga perlu memperhatikan kisaran dividen dan imbal hasil dari setiap emiten tersebut dalam mengambil keputusan investasi mereka.

**Sentimen Saham:**
* **Sentimen Positif:** DLTA, LSIP, SIMP, ERAA, BSSR, APII, PART, CSIS, BBHI
* **Sentimen Negatif:** –

*Tanggal Source Berita: Jumat, 03 Juli 2026 10:07:00 WIB*