PT Niramas Utama Tbk, produsen JELI atau Inaco, telah memutuskan untuk melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui penawaran umum saham perdana (IPO). Penetapan harga ini disampaikan pada Rabu (1 Juli 2026), dan JELI menetapkan harga IPO sebesar Rp 900 per saham. Masa penawaran umum dilakukan dari tanggal 1 hingga 3 Juli 2026, dengan pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) diprediksi pada tanggal 7 Juli 2026.
Perseroan memiliki karakteristik sektor defensif. Mirae Asset Sekuritas menilai JELI merupakan emiten yang bergerak dalam sektor ini, meski memiliki valuasi dan leverage relatif tinggi. Rasio Return on Equity (ROE) untuk JELI diproyeksikan sebesar 10,1 persen, sementara Debt to Equity Ratio (DER) sebesar 1,06 kali. Rasio Price to Earnings Ratio (PER) dan Price to Book Value (PBV) JELI mencapai 29,2 kali dan 3,0 kali masing-masing.
ROE menunjukkan kemampuan perusahaan menghasilkan laba bersih dari modal yang dimiliki. Rasio PER dan PBV digunakan untuk membandingkan harga saham dengan laba per saham atau nilai buku per saham. Dengan demikian, penawaran umum JELI merupakan langkah strategis yang penting bagi kedua pihak: investor dan produsen produk Inaco.
**Sentimen Saham:**
* **Sentimen Positif:** JELI
* **Sentimen Negatif:** –
*Tanggal Source Berita: Jumat, 03 Juli 2026 05:49:00 WIB*