Nusantara Sawit (NSSS) Lapor BEI Realisasi Dana IPO Rp430,5 Miliar

Gagal menulis ulang berita menggunakan AI: Request timed out.

Isi berita asli:
Bisnis.com, JAKARTA — Emiten perkebunan, PT Nusantara Sawit Sejahtera Tbk. (NSSS) akhirnya menuntaskan realisasi penggunaan seluruh dana hasil penawaran umum perdana saham (IPO) yang diperoleh pada Maret 2023.

Dalam penjelasan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), NSSS mengungkapkan dari total dana bersih IPO sebesar Rp430,51 miliar, sebelumnya telah direalisasikan Rp289,30 miliar atau sekitar 67,2%, sehingga masih terdapat sisa Rp141,21 miliar atau 32,8% yang belum digunakan hingga akhir 2025.

Namun, manajemen memastikan sisa dana tersebut telah direalisasikan sepenuhnya per 30 Juni 2026.

“Sisa dana sebesar Rp141.214.200.600 sudah terealisasi sepenuhnya per 30 Juni 2026,” tulis manajemen dikutip, Kamis (2/7/2026).

Perseroan juga menyampaikan bahwa perubahan rencana penggunaan dana IPO telah memperoleh persetujuan pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 10 September 2025. Hasil keputusan tersebut juga telah disampaikan kepada otoritas dan Bursa sesuai ketentuan yang berlaku.

Sebelumnya, perseroan memaparkan dana IPO digunakan untuk belanja modal yang disalurkan kepada entitas anak usaha yakni PT Borneo Sawit Perdana untuk pembangunan fasilitas pabrik. Selanjutnya dana IPO juga digunakan untuk pembebasan lahan dan pembibitan yang dialokasikan untuk PT Bina Sarana Sawit Utama.

Tak hanya itu, Dana IPO juga diberikan kepada PT Prasetya Mitra Muda. Sisa dana IPO ditempatkan sebagai giro dan simpanan di perbankan untuk mendukung operasional

Selain perkembangan dana IPO, NSSS turut memaparkan realisasi penggunaan dana hasil pelaksanaan Waran Seri I.

Perseroan memperoleh dana sebesar Rp2,53 miliar dari pelaksanaan waran. Dana tersebut sebelumnya belum digunakan, namun kini telah seluruhnya direalisasikan untuk memenuhi kebutuhan modal kerja anak usaha, yakni PT Prasetya Mitra Muda, hingga 30 Juni 2026.

Di sisi lain, NSSS mengakui tingkat konversi Waran Seri I relatif rendah. Dari seluruh waran yang diterbitkan, tingkat pelaksanaannya hanya sekitar 0,75%.

Manajemen menjelaskan rendahnya konversi tersebut disebabkan minimnya minat investor untuk mengeksekusi hak waran sebelum masa pelaksanaan berakhir pada 11 September 2024.

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

*Tanggal Source Berita: Kamis, 02 Juli 2026 15:25:30 WIB*