PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk (ELPI), salah satu perusahaan asal Indonesia, telah mengumumkan rencana untuk melakukan aksi korporasi dalam bentuk penambahan modal melalui rights issue. Izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah diberikan pada tanggal 30 Juni 2026. Dalam rangkaian aksi ini, ELPI berencana untuk menerbitkan hingga 721,5 juta saham baru dengan nilai nominal Rp100 per saham. Penyediaan tersebut mencapai sekitar 60% dari total porsi saham yang ditetapkan dan disetor setelah aksi korporasi ini dilaksanakan.
Dengan harga penjualan saham baru sebesar Rp5.000 per saham, ELPI menargetkan dapat mengumpulkan dana hingga Rp3,6 triliun dari rights issue tersebut. PT Petrosea Tbk (PTRO), yang merupakan anak usaha dari Prajogo Group, telah ditentukan sebagai pembeli siaga dalam proses penjualan saham baru ini. Dalam hal ini, sekitar 260 juta saham akan diperoleh oleh PT Petrosea Tbk.
Selain itu, ELPI juga memanfaatkan sejumlah besar dari hasil rights issue tersebut untuk beberapa tujuan penting, termasuk pengakuisisi sebagian saham milik ELPI dari anak usaha lainnya. Dalam proses ini, perusahaan akan menerbitkan 507,3 juta saham atau lebih dari 99,9% dari jumlah saham yang disetor. Sisa dana hasil rights issue tersebut juga digunakan untuk melunasi utang kreditur dan memberikan pinjaman kepada anak usaha perusahaan.
Dengan berbagai tujuan penggunaan dana hasil ini, ELPI menargetkan dapat memaksimalkan keuntungan dari aksi korporasi yang telah diambil. Pelaksanaan HMETD atau Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu I ini akan dilakukan pada tanggal 14-20 Juli 2026 dan berlangsung selama periode perdagangan. Dengan adanya penawaran saham baru, ELPI diharapkan dapat meningkatkan nilai perusahaan serta memperkuat posisinya sebagai salah satu pionir sektor transportasi maritim di Indonesia.
**Sentimen Saham:**
* **Sentimen Positif:** ELPI, PTRO
* **Sentimen Negatif:** –
*Tanggal Source Berita: Kamis, 02 Juli 2026 11:10:00 WIB*