Volume Ekspor Batu Bara Turun 8,19 Persen, Mengancam Laba Emitter

Penguatan dolar AS telah menciptakan sentimen positif bagi beberapa emiten. Di sisi lain, penurunan volume ekspor batu bara Indonesia sepanjang Januari-Mei 2026 mencapai 8,19 persen secara tahunan menjadi 143,56 juta ton. Analis percaya bahwa jika tren pelemahan tersebut terus berlanjut hingga semester II-2026, emiten batu bara mungkin mengalami penurunan pendapatan dan laba bersih akibat penurunan volume penjualan serta harga jual yang lebih rendah. Penurunan ini disebabkan oleh peningkatan produksi batu bara domestik di China dan meningkatnya penetrasi energi terbarukan. Emitter paling rentan adalah mereka yang ekspor batu baranya di atas 70-80 persen dan dominan dalam produksi batu bara berkalori rendah hingga menengah, serta mereka dengan fleksibilitas pasar dan jaringan logistik terbatas. Dengan demikian, pertumbuhan laba beberapa emiten dapat diprediksi akan menyusut.

**Sentimen Saham:**
* **Sentimen Positif:** –
* **Sentimen Negatif:** PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO), PT Bumi Resources Tbk (BUMI)

*Tanggal Source Berita: Kamis, 02 Juli 2026 07:27:00 WIB*