BCA dan Teman-Teman: Buyback Tercatat Lebih Dari 3 Triliun Justru Berdampak Kurang Terlihat pada Harga Saham

PT Bank Central Asia Tbk (BCA) adalah salah satu perusahaan yang telah menggelar buyback saham sebesar Rp 5 triliun mulai dari awal tahun, namun harga sahamnya masih terus berada di zona merah. Pasar yang bergejolak oleh faktor-faktor seperti koreksi harga saham dan inflasi tinggi menunjukkan bahwa buyback dengan dana besar tersebut belum mampu mengungkit performa saham emiten ini.

Seiring dengan BCA, banyak perusahaan lain juga telah melakukan aksi buyback. Misalnya PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), yang telah membeli kembali 1,17 triliun dolar untuk buyback sejak awal tahun sampai akhir tahun ini. Namun, harga saham BMRI masih merosot dari level awal menjadi Rp 3.810 per saham pada tanggal tersebut.

Sama halnya dengan PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), yang telah melakukan buyback senilai Rp 4 triliun sejak April sampai Mei ini. Harga saham TLKM juga mengalami penurunan signifikan, mencapai level Rp 2.440 per saham pada tanggal tersebut.

Namun, ada pula emiten lain yang telah melakukan buyback dengan dana besar namun masih bisa menahan koreksi harga saham. PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) adalah salah satu contohnya. ADRO telah melaksanakan buyback senilai Rp 5 triliun dari awal tahun hingga akhir tahun, dan pada akhirnya harga sahamnya berhasil naik sebesar 24,18% menjadi level Rp 2.260 per saham.

Pendekatan Kepala Riset Korea Investment & Sekuritas Indonesia (KISI), Muhammad Wafi, menyatakan bahwa buyback sebagai penopang permintaan ketimbang penahan harga tidak cukup berarti mengubah kinerja harga saham. Perlu diperhatikan juga bahwa arus keluar dana asing, suku bunga acuan yang tinggi, dan keputusan MSCI yang membebani sejumlah emiten besar termasuk BCA, BMRI, dan TLKM.

Dengan demikian, meskipun banyak perusahaan berkapitalisasi besar telah menggelar buyback dengan dana jutaan rupiah hingga puluhan triliun, efeknya masih bisa menjadi kurang terlihat pada kinerja harga saham mereka. Harga saham BCA, misalnya, masih belum membaik dari level awal dan berada di zona merah meski telah melakukan buyback sebesar Rp 5 triliun.

**Sentimen Saham:**
* **Sentimen Positif:** –
* **Sentimen Negatif:** BCA, BMRI, TLKM

*Tanggal Source Berita: Kamis, 02 Juli 2026 07:53:34 WIB*