Gagal menulis ulang berita menggunakan AI: Request timed out.
Isi berita asli:
Tren penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) mengalami perlambatan sepanjang semester I tahun 2026. Hingga paruh pertama tahun ini, tercatat baru ada satu emiten yang berhasil merealisasikan langkahnya untuk melantai di bursa yakni PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA) di April lalu yang menghimpun dana Rp302 miliar.
Kondisi tersebut terasa sangat kontras jika dibandingkan dengan tahun lalu, di mana bursa sempat mencatatkan hingga 14 emiten dalam periode yang sama dengan total dana yang dihimpun mencapai sekitar Rp7 triliun.
Menanggapi fenomena tersebut, Senior Advisor Listing Directorate PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Saptono Adi Junarso, mengungkapkan sepinya pasar IPO saat ini bukan sekadar karena penurunan minat, melainkan adanya pergeseran strategi yang kini jauh lebih mengedepankan kualitas ketimbang kuantitas perusahaan yang go public. Menurutnya Perlambatan ini dipicu oleh dua faktor utama, yaitu dinamika eksternal dan pengetatan parameter internal.
Dari sisi eksternal, ketegangan geopolitik global yang berkepanjangan telah memicu konsolidasi di pasar modal. Situasi ketidakpastian ini membuat banyak calon emiten memilih untuk mengambil sikap wait and see.
“Artinya memang harus saya akui bahwa untuk mendapatkan pricing yang optimal memang kondisi pasarnya harus juga mendukung. Supaya ada euforia di market bahwa ini akan bagus, akan growth lah,” ujar Saptono dalam acara Plenary Session Investor Daily di Main Hall BEI Jakarta, Selasa (30/6/2026).
Namun, faktor yang tidak kalah besar justru datang dari langkah internal BEI sendiri. Bursa semakin memperketat parameter penyaringan bagi perusahaan yang ingin melantai, salah satunya yang tercermin dalam Perubahan Peraturan Nomor I-A tentang Pencatatan Saham dan Efek Bersifat Ekuitas selain Saham yang Diterbitkan oleh Perusahaan Tercatat yang diterbitkan 31 Maret 2026.
Saptono mengungkapkan bahwa sebenarnya ada lebih dari ratusan calon emiten yang masuk dalam proses peninjauan sejak tahun lalu. Jika bursa hanya mengejar kuantitas, angka listing dipastikan akan melonjak tajam.
Kendati demikian, BEI kini menetapkan standar yang tinggi demi menjaga kualitas pasar. “Jadi hampir separuh lebih (perusahaan yang mau IPO) itu kami minta mereka untuk lakukan perbaikan. Either itu satu tahun atau mungkin periode yang lebih pendek. Tapi pada intinya mereka perlu lakukan perbaikan. Kebanyakan dalam pengalaman kami perbaikan itu bisa take satu tahun, dua tahun,… [content truncated]
*Tanggal Source Berita: Rabu, 01 Juli 2026 18:55:00 WIB*