Apakah Pasar Saham RI Bisa Bertahan di Emerging Market? Begini Prediksi Ekonom DBS

Gagal menulis ulang berita menggunakan AI: Request timed out.

Isi berita asli:
Jakarta – Nasib pasar modal Indonesia akan kembali menjadi sorotan pada November 2026. Saat itu, Morgan Stanley Capital International (MSCI) akan menentukan apakah status pasar saham Indonesia tetap berada di emerging market (EM) atau turun menjadi frontier market (FM).

Di tengah kekhawatiran tersebut, Radhika Rao, Senior Economist DBS untuk Eurozone, India, dan Indonesia menilai peluang Indonesia untuk mempertahankan status sebagai emerging market masih cukup besar.

“Kami berpendapat bahwa setelah semua kemajuan yang telah dicapai, dan kemudian diberikan waktu 6 bulan untuk lebih meningkatkan tata kelola, kami pikir sangat mungkin negara ini akan mempertahankan status EM-nya,” bebernya dalam webinar DBS Chief Investment Office (CIO) Insights, Selasa, 30 Juni 2026.

Menurut Radhika, berbagai langkah reformasi yang dilakukan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Bursa Efek Indonesia (BEI) telah menunjukkan kemajuan dalam menjawab sejumlah perhatian yang disampaikan MSCI.

Perbaikan tersebut antara lain mencakup peningkatan ketentuan free float, transparansi kepemilikan saham, hingga klasifikasi investor.

Selain itu, sejumlah emiten juga telah dikeluarkan dari indeks MSCI karena dinilai tidak lagi memenuhi kriteria, yang menurutnya menjadi bukti bahwa proses reformasi pasar terus berjalan.

“Jadi, untuk bulan November mendatang, saya rasa dengan adanya perubahan positif dalam kepemimpinan, perubahan positif yang telah dilakukan oleh regulator baru, kami cukup yakin bahwa IHSG akan tetap berada dalam status EM,” lanjutnya.

Di sisi lain, Radhika menilai fundamental pasar modal Indonesia masih tergolong solid. Ia melihat sejumlah saham berkapitalisasi besar tetap memiliki tata kelola yang baik dan prospek investasi yang menarik.

Menurutnya, sektor perbankan, konsumsi domestik, telekomunikasi, hingga utilitas masih dihuni emiten-emiten berkualitas.

Bahkan, pelemahan valuasi pada sejumlah saham justru membuat pasar modal Indonesia semakin menarik bagi investor global.

“Jadi untuk Indonesia, saya pikir jika terus berada di EM, kami pikir sentimen akan meningkat, dan dengan valuasi yang sangat murah, kami pikir minat asing sebenarnya dapat kembali ke Indonesia,” jelas Radhika.

Sebagai informasi, pada 24 Juni 2026, MSCI memutuskan tetap mempertahankan status pasar saham Indonesia sebagai emerging market.

Namun, lembaga penyedia indeks global tersebut menegaskan akan terus memantau implementasi berbagai reformasi yang telah diumumkan regulator.

MSCI menyatak… [content truncated]

*Tanggal Source Berita: Rabu, 01 Juli 2026 09:14:00 WIB*