Prajogo Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), bagian dari konglomerat Prajogo Pangestu, telah menyiapkan diri untuk gelaran IPO potensial. Data yang diperoleh BRI Danareksa Sekuritas memperkirakan ada lima calon emiten yang akan diluncurkan pada bulan Juli 2026. PT Chandra Asri Pacific Tbk (Chandra Asri Group) telah mengungkap keterbukaan informasi, menunjukkan bahwa mereka sedang berada dalam proses tersebut.
Sementara itu, PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE), bagian dari Grup Sinar Mas, merilis laporan keuangan kuartal I-2026. Pada laporan tersebut, pendapatan usaha BSDE menurun ke Rp 2,36 triliun dari sebelumnya Rp 2,7 triliun pada periode yang sama di tahun 2025. Laba bersih juga mengalami penekanan ke Rp 277,62 miliar, dibandingkan dengan Rp 305,87 miliar dalam periode yang sama.
Dalam Investor Digest 30 Juni 2026, Mandiri Sekuritas menyatakan bahwa BSDE mencatatkan penurunan tajam karena pendapatan perumahan tapak merosot. Total pendapatan turun -12% tahun ke tahun (yoy) dan laba bersih setelah pajak (PATMI) turun -8% yoy. Perusahaan juga melaporkan peningkatan rasio utang bersih dengan peningkatan penarikan pinjaman.
Meskipun demikian, diperoleh rekomendasi dari Mansek untuk membeli saham BSDE dan menetapkan target harga sebesar Rp 1.360, menyebabkan potensi cuan mencapai 149,5% atau nyaris 150%.
Dengan demikian, kedua emiten ini berada dalam situasi yang berbeda. Chandra Asri Group menunjukkan langkah-langkah untuk mengawali IPO potensial mereka, sementara BSDE melaporkan penurunan pendapatan dan laba bersih yang signifikan, meskipun diperoleh rekomendasi membeli oleh Mansek. Ini menunjukkan sentimen beragam dalam pasar saham Indonesia.
**Sentimen Saham:**
* **Sentimen Positif:** BSDE
* **Sentimen Negatif:** –
*Tanggal Source Berita: Rabu, 01 Juli 2026 07:39:00 WIB*