OJK: Pasar Modal Indonesia Mencatat Kemajuan Meski IHSG Melambat

Di tengah pelemahan pasar saham, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan bahwa pasar modal Indonesia terus tumbuh positif. Data yang disampaikan oleh Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi pada Investor Day 2026 di Jakarta mengungkapkan bahwa jumlah perusahaan tercatat di BEI mencapai 957 emiten, atau meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan sekitar 440 emiten pada 2011. Partisipasi masyarakat dalam pasar modal juga tumbuh, dengan jumlah investor tercatat mencapai sekitar 28,81 juta single investor identification (SID), naik 41,45% dibandingkan tahun lalu. Selain itu, nilai penghimpunan dana melalui pasar modal telah mencapai Rp 81,09 triliun untuk tahun ini, dengan 61 rencana penawaran umum yang masih dalam proses perizinan di OJK dengan nilai indikatif sekitar Rp 52,38 triliun. Meski demikian, Hasan menekankan bahwa kondisi pasar saham domestik masih menghadapi tekanan signifikan. Pada periode yang sama, IHSG melemah 31,81% ke level 5.896,13. Dengan pergerakan tersebut, investor asing membukukan aksi jual bersih sebesar Rp 71,68 triliun. Meskipun demikian, Hasan menegaskan bahwa fundamental ekonomi yang kuat belum cukup untuk membalikan kinerja pasar modal jika kepercayaan dan sentimen investor masih terkendala.

**Sentimen Saham:**
* **Sentimen Positif:** –
* **Sentimen Negatif:** –

*Tanggal Source Berita: Selasa, 30 Juni 2026 17:44:52 WIB*