Gelombang penawaran umum perdana saham (IPO) kembali ramai menjelang paruh kedua tahun ini. Di tengah tekanan yang masih membayangi pasar saham, enam perusahaan calon sudah siap melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Juli 2026.
Enam calon emiten tersebut adalah PT RANS Entertainment Indonesia Tbk. (RANS), PT Bach Multi Global Tbk. (BACH), PT Nitrasanata Dharma Tbk. (JECX), PT Esa Medika Mandiri Tbk. (EMMI), PT Prodia Diagnostic Line Tbk. (PRDL), dan PT Niramas Utama Tbk. (JELI).
Pendanaan lewat IPO di sisa akhir tahun ini sangat menarik dari sisi kebutuhan emiten, tetapi proses eksekusinya akan menuntut kompromi besar pada penentuan harga perdana agar bisa memikat likuiditas investor yang sedang selektif. Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta menjelaskan bahwa nilai tukar (valuation) dari emiten PRDL menjadi salah satu yang menarik, dengan kisaran price to earnings ratio (PER) 10,3-12,3 kali dan price to book value (PBV) pasca-IPO sekitar 1,2-1,4 kali. Oleh karena itu, investor tetap perlu bersikap selektif dalam mempertimbangkan kombinasi valuasi, profitabilitas, sponsor atau ultimate beneficial owner (UBO), penggunaan dana IPO, hingga risiko likuiditas setelah saham tercatat di Bursa. Dalam situasi saat ini, gelombang IPO tersebut berlangsung ketika pasar saham domestik masih berada dalam tekanan, dengan Indeks harga saham gabungan (IHSG) tercatat melemah 31,81% secara year-to-date (YtD).
**Sentimen Saham:**
* **Sentimen Positif:** RANS, BACH, JECX, EMMI, PRDL, JELI
* **Sentimen Negatif:** –
*Tanggal Source Berita: Senin, 29 Juni 2026 10:47:13 WIB*