Pasar saham Indonesia baru saja menutup pekan kedua berturut-turut dengan kenaikan setelah periode koreksi tajam. Namun, pemulihan tersebut sebagian besar didorong oleh beberapa saham berkapitalisasi besar, terutama PT Lion Pipes Berlian (LPB), yang mengalami penurunan hingga level tertinggi dalam sejarah pasar saham. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencapai 6.002,20 setelah awalnya melemah ke level 6.171,38 dan berbalik arah pada sesi perdagangan hari ini, menunjukkan kondisi pasar yang masih menghadapi tekanan eksternal dan internal. Pada Jumat pekan lalu, IHSG terkoreksi 1,7% ke level 5.896, mencerminkan berlanjutnya tekanan eksternal dan lemahnya aliran dana asing. Dalam jangka pendek, perhatian pasar akan tertuju pada rilis inflasi Juni dan neraca perdagangan Mei. PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia memperkirakan surplus neraca perdagangan tetap solid di atas US$1 miliar, didorong oleh normalisasi impor migas pasca front-loading di April. ‘Namun, inflasi yang diperkirakan bertahan di kisaran 3,1% YoY, saat ini menurut kami masih ada peluang kembali naiknya BI rate mengingat masih tingginya tekanan terhadap rupiah,” kata Kepala Riset dan Ekonom Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Rully Arya Wisnubroto. Mirae Sekuritas merekomendasikan tiga saham di perdagangan Senin pekan ini; PT Lion Pipes Berlian (LPB), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), dan PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP).
**Sentimen Saham:**
* **Sentimen Positif:** –
* **Sentimen Negatif:** LPB
*Tanggal Source Berita: Senin, 29 Juni 2026 10:10:00 WIB*