PT Bursa Efek Indonesia (BEI) telah mempersiapkan jajaran Direksi baru yang akan berkuasa hingga tahun 2030. Rekor RUPS 2026 telah melibatkan perubahan pengurus jajaran Direktur BEI, dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah memberi izin untuk 7 Direksi baru dari 4 paket selama periode tersebut. Para direktur terpilih termasuk dalam sejumlah calon yang telah melalui proses fit and proper test di OJK.
Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, menekankan bahwa tujuan dari perubahan ini adalah untuk menciptakan lingkungan pasar modal yang lebih integritas dan maju. Ini akan memungkinkan BEI dalam melanjutkan reformasi tata kelola dan transparansi pasar modal, serta menjadi bursa kelas dunia.
Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik juga berkomitmen untuk melanjutkan rencana yang telah diberlakukan selama empat bulan terakhir. Ini termasuk meningkatkan transparansi dan integritas pasar, baik dari sisi permintaan maupun suplai. Sehingga BEI dapat menjadi bursa kelas dunia dalam waktu dekat, memberikan potensi yang lebih besar untuk pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Dengan dukungan calon direktur baru tersebut, BEI diyakini akan terus berkomitmen untuk melanjutkan rencana reformasi pasar modal, meningkatkan integritas dan tata kelola. Ini diharapkan dapat memperkuat posisi BEI sebagai bursa efek yang setara dengan pasar-pasar besar lainnya di dunia.
**Sentimen Saham:**
* **Sentimen Positif:** BEI
* **Sentimen Negatif:** –
*Tanggal Source Berita: Senin, 29 Juni 2026 08:17:02 WIB*