Pasar saham lokal terus bergerak seiring dengan kenaikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), namun beberapa perusahaan menghadapi tekanan akibat penurunan harga Bitcoin. Pasar ini juga didorong oleh kekhawatiran dari fokus dana dividen yang mendorong CryptoQuant untuk meminta investor berhenti melakukan pembelian Bitcoin, seperti yang diumumkan Pluang pada 27 Juni 2026.
Mitra Sains dan Teknologi (MSTR), salah satu perusahaan yang terdampak, menghadapi tekanan setelah penurunan harga Bitcoin. Pasar ini turun secara bersamaan dengan harga saham lokal yang cenderung naik. Pluang mencatat bahwa penurunan tersebut telah memicu kekhawatiran penjualan Bitcoin oleh beberapa perusahaan untuk mendukung harga saham mereka.
Pada 24 Juni 2026, Saham MSTR turun di bawah $100, menyebabkan kekhawatiran dari fokus dana dividen yang mendorong CryptoQuant untuk meminta investor berhenti melakukan pembelian Bitcoin. Ini merupakan lanjutan dari situasi sebelumnya, di mana Pluang telah mencatat bahwa penurunan harga Bitcoin telah memicu tekanan pada beberapa perusahaan.
Penurunan harga Bitcoin juga telah mengganggu ekspansi MSTR ke dalam solusi khusus untuk data center rental dan konstruksi. Solusi ini saat ini menyumbang sekitar 14% dari pendapatan mereka, yang berpotensi berdampak negatif pada kinerja saham perusahaan tersebut.
Seiring dengan berbagai faktor ini, MSTR Saham turun di bawah $100, menunjukkan bahwa investor terus menghadapi tekanan dalam mencari jalan keluar dari masalah harga Bitcoin yang menurun. Dalam konteks ini, sentimen negatif pada saham perusahaan ini merupakan sinyal awal potensi dampak buruk dari penurunan harga Bitcoin dan tidak efektivitas ekspansi mereka.
**Sentimen Saham:**
* **Sentimen Positif:** –
* **Sentimen Negatif:** MSTR
*Tanggal Source Berita: Minggu, 28 Juni 2026 19:05:33 WIB*