IHSG Melemah Terus, Aksi Jual Mengekang Peningkatan

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus mengalami melemahan setelah menunjukkan peningkatan yang sepele pada perdagangan Rabu, dengan IHSG ditutup merosot 4,55 persen atau turun 217,45 poin ke level 5.896,13 dari posisi 6.177,13 pada pekan lalu. Hal ini juga didukung oleh penurunan kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia (BEI) sebesar 4,51 persen menjadi Rp10.302 triliun dari Rp10.788 triliun pada pekan sebelumnya.

Penurunan tersebut terjadi di tengah aksi jual yang masih dominan dan menghalangi kenaikan IHSG. Pergerakan ini telah merangkum lima saham menjadi top laggards, antara lain: [Nama Nama Saham]. Selain itu, frekuensi transaksi harian juga turun sebesar 22,95 persen menjadi 1,73 juta kali transaksi dari 2,24 juta kali pada pekan sebelumnya. Namun, volume transaksi hampir tahan tidak berubah dan nilai transaksi secara keseluruhan meningkat sebesar 29,13 persen menjadi Rp17,58 triliun dari Rp24,80 triliun.

Lebih lanjut, investor asing mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp71,681 triliun pada 2026. Ini menunjukkan sentimen negatif terhadap pasar modal dan aksi korporasi. Dengan latar belakang yang mendukung penurunan IHSG, kita dapat menyimpulkan bahwa penurunan ini merupakan proses normal dalam pergerakan pasar saham Indonesia.

**Sentimen Saham:**
* **Sentimen Positif:** –
* **Sentimen Negatif:** –

*Tanggal Source Berita: Minggu, 28 Juni 2026 18:13:00 WIB*