Gagal menulis ulang berita menggunakan AI: Request timed out.
Isi berita asli:
Untuk Masuk dan Daftar akan kami arahkan ke laman Subscribe Investor Daily
JAKARTA, investor.id – Aktivitas pasar perdana kembali bergeliat menjelang penutupan semester I-2026. Setelah sempat melambat akibat gejolak pasar sejak awal tahun, antrean calon emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali terisi.
Di balik mulai ramainya penawaran umum perdana saham (IPO), bursa juga mencatat penghimpunan dana di pasar modal terus meningkat, menandakan perusahaan tetap menjadikan pasar modal sebagai sumber pembiayaan meski volatilitas masih membayangi.
Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat masih terdapat delapan perusahaan yang berada dalam antrean pencatatan saham (pipeline IPO). Di tengah mulai pulihnya aktivitas pasar perdana, total penghimpunan dana di pasar modal sepanjang tahun ini telah mencapai Rp 80,28 triliun yang berasal dari IPO, penerbitan efek bersifat utang dan sukuk (EBUS), serta rights issue.
Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna mengatakan, hingga saat ini terdapat delapan calon emiten yang tengah menjalani proses pencatatan saham di BEI. Mayoritas berasal dari perusahaan berskala besar.
“Dari delapan perusahaan tersebut, satu merupakan perusahaan dengan aset skala kecil, satu perusahaan aset skala menengah, dan enam perusahaan aset skala besar,” ujar Nyoman dalam keterangan tertulis, Minggu (28/6/2026).
Berdasarkan sektornya, pipeline IPO didominasi sektor kesehatan sebanyak empat perusahaan, disusul dua perusahaan sektor barang konsumsi (consumer non-cyclicals), satu perusahaan sektor consumer cyclicals, dan satu perusahaan sektor infrastruktur.
Sementara itu, belum terdapat calon emiten yang berasal dari sektor basic materials, energi, keuangan, industri, maupun properti dan real estat.
Nyoman menambahkan, sepanjang 2026 penghimpunan dana melalui pasar modal telah mencapai Rp 80,28 triliun. Nilai tersebut terdiri atas dana hasil IPO sekitar Rp 300 miliar, penerbitan efek bersifat utang dan sukuk (EBUS) sebesar Rp 76,09 triliun dari 71 emisi yang diterbitkan 43 penerbit, serta rights issue senilai Rp 3,89 triliun dari empat perusahaan tercatat hingga 26 Juni 2026.
Ramainya pipeline IPO terjadi setelah aktivitas pasar perdana sempat melambat akibat tekanan di pasar saham sejak Februari lalu. Sejumlah perusahaan kini kembali memanfaatkan momentum stabilisasi pasar untuk melantai di bursa.
Berdasarkan data e-IPO BEI, sedikitnya enam perusahaan sedang dalam proses penawaran umum perdana saham, yakni PT Niramas Utama Tbk (JELI… [content truncated]
*Tanggal Source Berita: Minggu, 28 Juni 2026 16:45:00 WIB*