Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) mengalami koreksi sebesar 4,55% ke level 5.896,13 pada Jumat (26/6/2026), turun dari level awal perdagangan yang mencapai 5.896.13. Pertumbuhan saham di zona hijau sepanjang minggu itu hanya mampu mengimbangi penurunan di zona merah, dengan total saham diparkir mencapai 593 saham atau 58% dari total saham yang ada pada awal perdagangan. Total nilai transaksi saham mencapai Rp 6,39 triliun.
Pertumbuhan IHSG di jatuhkan oleh berbagai faktor terkait, salah satunya adalah pengumuman MSCI mengenai status Indonesia sebagai pasar modal emerging market, meskipun dengan beberapa catatan penting yang harus diperhatikan oleh regulator pasar modal. Selain itu, penurunan harga komoditas dunia seperti minyak mentah dan emas juga berdampak ke arah IHSG.
Aliran investasi asing dari luar negeri mencapai Rp 6 triliun sepanjang pekan ini, yang dipicu oleh sentimen negatif pada IHSG. Kekhawatiran investor terhadap perencanaan pemerintah untuk memangkas anggaran Makan Bergizi Gratis (MBG) dan juga penurunan nilai tukar rupiah dari Rp 17,919 menjadi Rp 17,043 per dolar AS.
Pada sisi teknikal, IHSG berada di bawah level MA5, MA10, dan MA20. Histogram positif MACD mulai melemah, sedangkan indikator Stochastic RSI memasuki area pivot. Secara teknis, IHSG memiliki peluang untuk menguji level 5.700-5.800 pada pekan depan.
Pada sisi eksternal, pertumbuhan saham di sektor teknologi juga berkontribusi terhadap koreksi harga komoditas dan akhirnya saham, yang memicu sentimen negatif terhadap IHSG. Penarikan besar dari pasar global pada jangka waktu yang akan datang dapat dipengaruhi oleh kebijakan Federal Reserve dan data inflasi serta PMI Indonesia di masa mendatang.
Akhir pekan ini juga menandai periode di mana banyak investor memilih untuk mengambil posisi, yang mungkin berdampak negatif pada harga saham,
**Sentimen Saham:**
* **Sentimen Positif:** –
* **Sentimen Negatif:** –
*Tanggal Source Berita: Minggu, 28 Juni 2026 11:01:00 WIB*