Gagal menulis ulang berita menggunakan AI: Request timed out.
Isi berita asli:
Untuk Masuk dan Daftar akan kami arahkan ke laman Subscribe Investor Daily
JAKARTA, investor.id – Saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), emiten energi terbarukan milik konglomerat Prajogo Pangestu, menjadi saham yang paling banyak diserok investor asing di tengah gelombang besar aksi jual asing di Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam sepekan terakhir.
Investor asing malah mencetak transaksi beli bersih (net buy) saham BREN sebesar Rp 358,9 miliar selama periode 22-26 Juni 2026. Pembelian terjadi di pasar reguler Bursa Efek Indonesia, berdasarkan data Stockbit Sekuritas yang diakses pada Minggu (28/6/2026).
Net buy asing pada saham BREN merupakan yang terbesar dibandingkan saham-saham lainnya. Diikuti, saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dengan net buy asing senilai Rp 293,5 miliar.
Selanjutnya, saham PT Antam Tbk (ANTM). Net buy asing pada saham ANTM sebesar Rp 224,9 miliar.
Secara umum, investor asing mencatatkan transaksi jual bersih (net sell) mencapai Rp 3,4 triliun di seluruh pasar BEI dalam sepekan terakhir. Itu lebih besar dibandingkan pekan sebelumnya yang melakukan net sell senilai Rp 904 miliar.
Sementara itu, pada perdagangan Jumat (26/6/2026), saham Barito Renewables Energy (BREN) ditutup anjlok 8,2% ke level Rp 3.350. Dengan begitu, dalam sepekan terakhir, BREN turun tajam 10,19%.
Dalam sebulan, saham BREN melejit 40,7%. Meski demikian, selama periode year to date (ytd), BREN ambrol hingga 65,4%.
Pada kuartal I-2026, BREN mencatatkan kinerja yang solid. Pendapatan mencapai US$ 165,1 juta atau naik 9,8% yoy. Laba bersih sebesar US$ 43 juta, meningkat 25,6% yoy.
BREN berada pada posisi strategis untuk menjadi salah satu penerima manfaat utama dari agenda transisi energi Indonesia. Prospek pertumbuhan BREN juga didukung oleh rencana ekspansi yang agresif.
Perusahaan energi terbarukan milik Prajogo Pangestu itu merupakan salah satu produsen energi panas bumi terbesar di Indonesia dengan kapasitas terpasang sebesar 910 megawatt (MW).
“Barito Renewables Energy (BREN) telah menyiapkan peta jalan pertumbuhan yang jelas untuk meningkatkan kapasitas pembangkitnya secara signifikan dalam beberapa tahun mendatang,” tulis analis KB Valbury Sekuritas, Atikah Tri Adriyanti dalam ulasannya.
Untuk energi panas bumi, BREN menargetkan kapasitas mencapai 1 GW pada 2026. Kemudian, meningkat menjadi 1.905 MW dalam skenario dasar (base case) pada 2032. Kapasitas berpotensi mencapai 2.430 MW dalam skenario optimistis (upside case) pada 2032.
“Target… [content truncated]
*Tanggal Source Berita: Minggu, 28 Juni 2026 10:01:00 WIB*