PT Pertamina (Persero) telah menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025, yang salah satu agenda pentingnya adalah pengangkatan Robert Leonard Marbun sebagai komisaris. Keputusan tersebut diselenggarakan pada 23 Juni 2026 dan didokumentasikan dalam Akta Pernyataan Keputusan Rapat Umum (RUPST) Tahun Buku 2025 Pertamina yang dilaksanakan pada 23 Juni 2026. Marbun, sebelumnya Sekretaris Jenderal Kementerian Keuangan, akan memasuki posisi tersebut sebagai bagian dari komitmen perusahaan untuk mengembangkan kinerjanya di masa mendatang.
Dalam RUPST Tahun Buku 2025 yang dilaksanakan, Pertamina juga menetapkan Laode Sulaeman sebagai komisaris. Sebelumnya, pada 24 April 2026, Marbun telah dianugerahi posisi tersebut dalam Rapat Umum Pemegang Saham Lainnya (RUPSLB). Kedua keputusan tersebut memperkuat jaringan strategis Pertamina di bidang ekuitas dan membawa dampak positif untuk perusahaan.
Pada tahun 2025, Pertamina mencatat laba bersih sebesar US$3.35 miliar atau setara Rp55,2 triliun. Angka ini naik 7 persen dibandingkan dengan laba bersih tahun sebelumnya yang mencapai US$3.13 miliar. Namun, pendapatan perusahaan mengalami penurunan sebesar 5,9 persen menjadi US$70,89 miliar atau setara Rp1.167,9 triliun dari US$75,33 miliar pada tahun sebelumnya.
Pertamina juga mencatat EBITDA (Laba Sebelum Bunga, Pajak Depresiasi dan Amortisasi) yang naik 5,9 persen menjadi US$11,43 miliar atau setara Rp188,33 triliun. Kontribusi pajak negara bagi Pertamina mencapai Rp360,76 triliun dalam jangka waktu tahun buku tersebut.
Pertamina juga melakukan investasi domestik senilai US$5,9 miliar atau setara dengan Rp97,20 triliun dan belanjakan produk dalam negeri sebesar Rp531,5 triliun. Keputusan tersebut telah membawa dampak yang signifikan terhadap kinerja serta pertumbuhan ekonomis Pertamina di tahun 2025.
**Sentimen Saham:**
* **Sentimen Positif:** PENRESPA, PERSERO
* **Sentimen Negatif:** –
*Tanggal Source Berita: Jumat, 26 Juni 2026 17:32:07 WIB*