Free Float IPO RANS Milik Raffi Ahmad Dipertanyakan, Ini Penjelasan BEI

Gagal menulis ulang berita menggunakan AI: Request timed out.

Isi berita asli:
Jakarta – Rencana penawaran umum perdana atau Initial Public Offering (IPO) PT Rans Entertainmen Indonesia Tbk (RANS) milik Raffi Ahmad dan Nagita Slavina menjadi sorotan publik setelah muncul pertanyaan mengenai porsi saham yang dilepas kepada masyarakat.

Menanggapi hal tersebut, Bursa Efek Indonesia (BEI) memastikan proses penawaran umum perdana saham PT Rans Entertainmen Indonesia Tbk telah memenuhi seluruh ketentuan yang berlaku.

Sorotan muncul karena perseroan hanya menawarkan sekitar 20,02 persen saham kepada publik melalui aksi korporasi tersebut. Sejumlah pihak mempertanyakan apakah jumlah tersebut telah memenuhi persyaratan free float sebagaimana diatur bursa.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, menegaskan bahwa proses evaluasi pencatatan saham perseroan dilakukan berdasarkan aturan yang berlaku saat dokumen permohonan diterima oleh Bursa.

Menurut Nyoman, dokumen permohonan pencatatan saham perseroan telah masuk ke Bursa sebelum diberlakukannya Peraturan Bursa Nomor I-A Tahun 2026 pada 31 Maret 2026.

“Dokumen permohonan pencatatan saham perseroan telah diterima Bursa sebelum berlakunya Peraturan Bursa Nomor I-A Tahun 2026 pada 31 Maret 2026. Oleh karena itu, proses evaluasi dilakukan dengan mengacu pada ketentuan yang berlaku pada saat permohonan diterima,” ujar Nyoman dalam keterangan tertulis, Rabu (24/6/2026).

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa selain saham yang ditawarkan kepada publik melalui IPO RANS sebesar 20,02 persen, terdapat pula pemegang saham eksisting yang masuk dalam kategori saham publik atau free float.

“Dengan demikian, berdasarkan struktur kepemilikan saham setelah IPO, porsi free float perseroan diperkirakan mencapai sekitar 28,85 persen. Oleh karena itu, struktur kepemilikan saham perseroan setelah IPO telah memenuhi ketentuan free float yang berlaku,” jelas Nyoman.

Pernyataan tersebut sekaligus menjawab keraguan yang berkembang di media sosial terkait kesesuaian struktur kepemilikan saham perseroan setelah melantai di Bursa.

Berdasarkan prospektus awal, perseroan menawarkan sebanyak-banyaknya 2,53 miliar saham baru atau setara 20,02 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO.

Dengan kisaran harga penawaran awal sebesar Rp135 hingga Rp170 per saham, perusahaan berpotensi meraup dana segar antara Rp340,88 miliar sampai Rp429,25 miliar.

Nilai kapitalisasi pasar perseroan setelah pencatatan saham juga diproyeksikan cukup besar. Pada harga penawaran terendah Rp135 per saham, market … [content truncated]

*Tanggal Source Berita: Kamis, 25 Juni 2026 12:34:29 WIB*