Prajogo Pangestu Ungkap Keterbukaan Infor Rp 6 T

PT Chandra Asri Pacific Tbk (Chandra Asri Group) mengungkap keterbukaan informasi sebesar Rp 6 triliun pada Rabu, 24 Juni 2026. Ungkapan ini mencakup berbagai aspek bisnis dan operasional dari perusahaan yang terkenal dengan industri pengolahan minyak bumi. Keputusan Chandra Asri Group untuk menerbitkan keterbukaan informasi tersebut dinilai sebagai langkah positif dalam meningkatkan transparansi, mengikuti upaya sebelumnya untuk menaikan harga saham hingga Rp 1.217 per saham pada awal bulan ini.

Sejalan dengan perusahaan lain di pasar Indonesia, Chandra Asri Group juga berada dalam tekanan dari aksi jual investor asing. Peningkatan nilai jual bersih mencapai Rp1,23 triliun di pasar reguler dan Rp1,17 triliun di pasar seluruhnya, yang terjadi setelah indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan sebesar 3,56% pada Rabu tersebut. Penurunan ini berkontribusi pada pergerakan saham-saham energi dan IPO RANS Incar dana Rp429 miliar.

Perusahaan Prajogo Pangestu juga sedang mengalami aksi jual investor asing dengan pencatatan saham perdana BACH yang direncanakan untuk dilakukan pada 7 Juli 2026. Pada acara tersebut, perusahaan dijadwalkan akan menerima dana hingga Rp307,5 miliar dari penjualan 615 juta saham baru atau sekitar 15,06% dari modal yang disetor penuh setelah penawaran umum. Dari aksi korporasi ini, BACH berpotensi memperoleh dana hingga Rp307,5 miliar.

Dana hasil penawaran umum akan digunakan untuk pembayaran sebagian fasilitas pinjaman kepada Bank Permata dan modal kerja, terutama untuk pembelian 436 unit genset yang akan diserap secara bertahap mulai Juli hingga Oktober 2026. Dalam pernyataan resmi, Chandra Asri Group mengungkapkan keterbukaan informasi ini sebagai langkah penting dalam memperkuat transparansi dan kepercayaan terhadap investor.

**Sentimen Saham:**
* **Sentimen Positif:** –
* **Sentimen Negatif:** BBRI

*Tanggal Source Berita: Kamis, 25 Juni 2026 08:27:05 WIB*