Bisnis.com, JAKARTA — Meredanya tekanan geopolitik antara Iran dan Amerika Serikat melalui kesepakatan damai sementara dinilai sebagai sentimen positif bagi sejumlah emiten transportasi seperti Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) hingga Bintang Samudera Mandiri Lines Tbk (BSML). Direktur ASSA, Jerry Fandy, menilai stabilitas politik dapat membantu stabilisasi harga energi dan memperbaiki nilai tukar rupiah yang pada akhirnya akan mendukung pertumbuhan bisnis rental kendaraan dan logistik. Dengan kondisi geopolitik yang lebih kondusif diharapkan dapat mengurangi ketidakpastian global yang selama ini membayangi dunia usaha.
Direktori ASSA menyatakan bahwa dengan penurunan tekanan terhadap nilai tukar rupiah dan suku bunga berpotensi mendorong peningkatan permintaan pada bisnis utama ASSA, baik di segmen rental kendaraan maupun logistik. Selain itu, penurunan tekanan terhadap nilai tukar rupiah dan suku bunga juga dapat memberikan dampak positif terhadap profitabilitas perusahaan.
Perseroan ASSA menilai masih banyak faktor eksternal yang sulit dikendalikan, mulai dari dinamika harga energi, kondisi makroekonomi global, hingga perubahan permintaan pasar. Di sisi lain, perseroan memilih bersikap konservatif dalam menyusun target kinerja 2026. Assa membidik pertumbuhan atau top line sekitar 5%-10% dengan kenaikan laba bersih pada level dua digit rendah.
**Sentimen Saham:**
* **Sentimen Positif:** ASSA, BSML
* **Sentimen Negatif:** –
*Tanggal Source Berita: Rabu, 24 Juni 2026 18:35:22 WIB*