Momentum Emiten Boy Thohir, Tanpa Utang, Tak Pelit Dividen

Gagal menulis ulang berita menggunakan AI: Request timed out.

Isi berita asli:
Untuk Masuk dan Daftar akan kami arahkan ke laman Subscribe Investor Daily

JAKARTA, investor.id – PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA), emiten Garibaldi Thohir atau Boy Thohir, menjadi salah satu perusahaan yang paling diuntungkan dari penguatan harga amonia. ESSA yang tanpa utang juga berpotensi royal membagikan dividen.

ESSA kini diuntungkan karena kontribusi bisnis amonia lebih dari 80% terhadap pendapatan. Tren kenaikan harga amonia global dipicu oleh peningkatan eskalasi ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat, serta penutupan sementara Selat Hormuz.

Peristiwa tersebut mengakibatkan porsi pasokan amonia global turun dari sekitar 10% produksi dunia menjadi hanya 7%. Penurunan ini memberikan dampak yang jauh lebih besar dibandingkan yang terlihat secara angka, mengingat pasar amonia global yang diperdagangkan melalui jalur laut memang relatif terbatas sejak awal.

“Berdasarkan analisis sensitivitas kami, setiap perubahan harga amonia sebesar US$ 10 per metrik ton (MT) berpotensi memengaruhi laba bersih ESSA sekitar US$ 1,8 juta atau setara 2,7% dari proyeksi laba bersih tahun 2026,” tulis analis KB Valbury Sekuritas, Atikah Tri Adriyanti dalam risetnya, Rabu (24/6/2026).

Sejalan dengan itu, harga jual rata-rata (average selling price/ASP) amonia ESSA diproyeksikan mencapai US$ 450 per metrik ton pada 2026, meningkat 33,1% yoy dibandingkan realisasi 2025 yang sebesar US$ 338 per metrik ton.

Sebab itu, KB Valbury Sekuritas memperkirakan ESSA akan membukukan pendapatan US$ 361,1 juta atau naik 22,4% yoy pada tahun ini. Laba bersih ditaksir sebesar US$ 64,3 juta atau melonjak 59,6% yoy.

Di sisi lain, penurunan utang menjadi katalis re-rating laba yang bersifat struktural. ESSA telah berada dalam posisi tanpa utang (debt free) sejak kuartal III-2025.

Kondisi tersebut secara signifikan meningkatkan konversi laba sebelum pajak terhadap EBITDA, serta mendukung CAGR laba bersih sebesar 7,3% sepanjang 2025-2030.

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

*Tanggal Source Berita: Rabu, 24 Juni 2026 17:02:00 WIB*