Gagal menulis ulang berita menggunakan AI: Request timed out.
Isi berita asli:
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Bursa Efek Indonesia (BEI) memastikan rencana penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) PT RANS Entertainment Indonesia Tbk telah memenuhi ketentuan yang berlaku. Penjelasan tersebut disampaikan menyusul sorotan publik terkait porsi saham yang dilepas kepada masyarakat sekitar 20 persen dari modal setelah IPO.
Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna mengatakan proses evaluasi IPO RANS mengacu pada ketentuan yang berlaku saat dokumen permohonan pencatatan saham diterima Bursa.
Baca Juga
Pemerintah Gelontorkan Stimulus Transportasi Rp 2,04 Triliun untuk Libur Sekolah
Strategi Digital Jadi Penopang Pertumbuhan Bisnis Asuransi
Siap Melantai di BEI, RANS Entertainment Lepas 20 Persen Saham ke Publik
“Dokumen permohonan pencatatan saham perseroan telah diterima Bursa sebelum berlakunya Peraturan Bursa Nomor I-A Tahun 2026 pada 31 Maret 2026. Oleh karena itu, proses evaluasi dilakukan dengan mengacu pada ketentuan yang berlaku pada saat permohonan diterima,” ujar Nyoman dalam keterangan tertulis, Rabu (24/6/2026).
Nyoman menjelaskan, selain saham yang ditawarkan kepada publik melalui IPO sebesar 20,02 persen, RANS juga memiliki pemegang saham eksisting yang memenuhi kriteria saham beredar di publik atau free float.
“Dengan demikian, berdasarkan struktur kepemilikan saham setelah IPO, porsi free float perseroan diperkirakan mencapai sekitar 28,85 persen. Oleh karena itu, struktur kepemilikan saham perseroan setelah IPO telah memenuhi ketentuan free float yang berlaku,” jelas Nyoman.
Sebelumnya, IPO RANS menjadi perbincangan di media sosial setelah muncul pertanyaan mengenai kesesuaian porsi saham publik yang ditawarkan dengan ketentuan Bursa. Berdasarkan prospektus awal, perseroan menawarkan sebanyak-banyaknya 2,53 miliar saham baru atau setara 20,02 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO.
View this post on Instagram
A post shared by Republika Online (@republikaonline)
Dengan kisaran harga penawaran Rp 135 hingga Rp 170 per saham, RANS berpotensi menghimpun dana segar sekitar Rp 340,88 miliar hingga Rp 429,25 miliar.
Jika menggunakan harga penawaran terendah, kapitalisasi pasar perseroan setelah IPO diperkirakan mencapai sekitar Rp 1,70 triliun. Sementara itu, pada harga tertinggi, nilai kapitalisasi pasar RANS berpotensi mencapai sekitar Rp 2,14 triliun.
Masa penawaran awal atau book building berlangsung pada 23-25 Juni 2026. PT Trimegah Sekuritas… [content truncated]
*Tanggal Source Berita: Rabu, 24 Juni 2026 15:55:35 WIB*