Gelombang Akuisisi dan Ekspansi TPIA, Bersiap Lonjakan

Gagal menulis ulang berita menggunakan AI: Request timed out.

Isi berita asli:
Untuk Masuk dan Daftar akan kami arahkan ke laman Subscribe Investor Daily

JAKARTA, investor.id – PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) diperkirakan bakal terus mencetak pertumbuhan laba, seiring ekspansi dan rangkaian akuisisi. TPIA bakal mengalami lonjakan kapasitas produksi.

Analis KB Valbury Sekuritas, Ashalia Fitri Yuliana dan Naufal Rafi Kamal mengungkapkan, salah satu faktor utama di balik pemulihan kuat kinerja Chandra Asri (TPIA) adalah strategi ekspansi anorganik yang agresif sepanjang 2025 hingga awal 2026.

“Strategi itu secara signifikan memperkuat eksposur Chandra Asri di bisnis energi dan petrokimia hilir,” tulis Ashalia dan Naufal dalam risetnya, yang dikutip pada Rabu (24/6/2026).

Emiten berkode saham TPIA tersebut telah mengakuisisi Singapore Energy and Chemicals Park milik Shell pada April 2025, dimana kini beroperasi dengan nama Aster Chemicals and Energy (ACE). Kompleks tersebut mencakup fasilitas steam cracker etilena serta platform bisnis kimia hilir.

Selanjutnya, pada Mei 2025, TPIA mengakuisisi aset Chevron Phillips Chemical, yang kini beroperasi sebagai Aster Polymer Solutions (APS). Akuisisi ini menambah kapasitas produksi high-density polyethylene (HDPE), yaitu jenis plastik polietilena berkepadatan tinggi yang banyak digunakan dalam berbagai aplikasi industri.

Pada Juni 2025, TPIA juga mengakuisisi condensate splitter unit (CSU) dari PCS Pte Ltd. Fasilitas pemisahan kondensat ini masih menjalani proses revitalisasi untuk meningkatkan efisiensi dan kapasitas operasional.

“Secara keseluruhan, rangkaian transaksi tersebut mendorong total aset TPIA meningkat 118% yoy menjadi US$ 12,3 miliar pada 2025,” sebut Ashalia.

Memasuki 2026, TPIA makin memperkuat bisnis energinya melalui akuisisi jaringan ritel bahan bakar bermerek Esso milik Exxon Mobil pada Januari 2026.

“Kami memperkirakan basis aset yang jauh lebih besar ini akan menjadi fondasi pertumbuhan kapasitas produksi TPIA dalam beberapa tahun mendatang hingga 2027,” jelas dia.

Chandra Asri Pacific (TPIA) merupakan produsen petrokimia terintegrasi terbesar di Indonesia yang didukung oleh Grup Barito Pacific milik konglomerat Prajogo Pangestu, dengan SCG Chemicals (SCGC) sebagai mitra strategis sejak 2011 dan Thai Oil sejak 2021.

Selama periode 2020-2024, kapasitas produksi TPIA relatif stagnan sebanyak 4.232 KT. Namun, berkat berbagai akuisisi, kapasitas tersebut melonjak lebih dari dua kali lipat menjadi 8.501 KT pada 2025.

Ekspansi diperkirakan berlanjut pada 2026-2027,… [content truncated]

*Tanggal Source Berita: Rabu, 24 Juni 2026 13:39:02 WIB*