Gagal menulis ulang berita menggunakan AI: Request timed out.
Isi berita asli:
Bisnis.com, JAKARTA — Emiten pelayaran dan logistik PT Bintang Samudera Mandiri Lines Tbk. (BSML) membidik lonjakan pendapatan pada 2026 seiring dengan strategi diversifikasi bisnis, optimalisasi armada, dan pengembangan layanan pendukung transportasi laut.
Perseroan menargetkan pendapatan sebesar Rp159,84 miliar pada 2026 atau melonjak 152,1% dibandingkan realisasi tahun sebelumnya sebesar Rp63,4 miliar. Sejalan dengan itu, laba bersih ditargetkan mencapai Rp16,37 miliar, melesat 550,1% dari capaian 2025 sebesar Rp2,52 miliar.
Direktur Utama BSML David Desanan Anan Winowod mengatakan target tersebut disusun dengan mempertimbangkan berbagai peluang dan tantangan yang akan dihadapi industri pelayaran dan logistik pada tahun depan.
“Meski 2026 menghadapi fluktuasi harga komoditas, serta dinamika sosial dan geopolitik yang kompleks, kami meyakini tantangan tersebut dapat menjadi peluang apabila ditunjang dengan strategi yang cermat dan terukur,” ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (24/6/2026).
Untuk mencapai target tersebut, Bintang Samudera Lines menyiapkan enam strategi utama. Pertama, memperkuat fokus pada pengangkutan komoditas tambang serta layanan angkutan laut jarak pendek hingga menengah. Kedua, melakukan diversifikasi bisnis dan memperluas cakupan layanan.
Ketiga, perseroan akan mengoptimalkan operasional armada. Keempat, meningkatkan efisiensi rantai pasok dan kegiatan operasional. Kelima, memperkuat strategi pemasaran secara intensif. Keenam, melakukan transformasi dan eksplorasi jasa pendukung transportasi laut guna membuka sumber pendapatan baru.
David mengatakan target kinerja tersebut akan menjadi acuan bagi perseroan dalam menjaga pertumbuhan usaha yang berkelanjutan. Manajemen juga akan melakukan evaluasi berkala untuk memastikan strategi yang dijalankan tetap relevan dengan perkembangan pasar.
“Perseroan menetapkan target kinerja sebagai acuan dalam menjaga pertumbuhan usaha yang berkelanjutan. Realisasi kinerja akan terus dimonitor dan dievaluasi secara berkala guna memastikan pencapaian target pada akhir tahun buku,” katanya.
Di sisi lain, BSML menilai prospek industri pelayaran dan logistik masih cukup menjanjikan pada 2026 seiring proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang diperkirakan tetap berada di kisaran 5%.
Meski demikian, perseroan mencermati sejumlah faktor eksternal yang berpotensi menekan kinerja industri, seperti rencana penyesuaian kuota produksi nikel dan batu bara, evaluasi ketat melalui mekanisme Rencana Kerja … [content truncated]
*Tanggal Source Berita: Rabu, 24 Juni 2026 13:45:02 WIB*