MSCI Pertahankan Status Indonesia, Investor Global Tetap Waspada

Gagal menulis ulang berita menggunakan AI: Request timed out.

Isi berita asli:
Bursa saham Indonesia mendapat napas tambahan setelah penyedia indeks global MSCI menunda evaluasi status pasar modal Indonesia hingga November 2026.

Namun, penundaan ini belum cukup untuk memulihkan kepercayaan investor yang telah meninggalkan pasar domestik sepanjang tahun ini.

MSCI memutuskan memperpanjang masa peninjauan selama lima bulan dan mempertahankan Indonesia dalam kelompok pasar berkembang (emerging market) untuk sementara waktu.

Meski demikian, ancaman penurunan status ke pasar frontier masih membayangi jika reformasi yang dijalankan regulator dinilai belum menunjukkan hasil yang memadai hingga November mendatang.

Keputusan tersebut disambut dingin oleh pelaku pasar. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) justru melemah 1,6% setelah pengumuman MSCI, mencerminkan kekhawatiran investor bahwa risiko penurunan status belum sepenuhnya hilang.

Sejak Januari lalu, MSCI membekukan saham-saham Indonesia dalam indeksnya dan membuka kemungkinan penurunan status pasar.

Langkah itu memicu serangkaian reformasi oleh regulator, termasuk upaya meningkatkan porsi saham beredar bebas (free float) untuk memperbaiki likuiditas pasar.

Meski berbagai kebijakan telah ditempuh, pasar saham Indonesia masih berada dalam tekanan berat. Sepanjang tahun berjalan, IHSG telah merosot sekitar 30%, menjadikannya salah satu pasar saham utama dengan kinerja terburuk di dunia.

Pada periode yang sama, investor asing tercatat melakukan penjualan bersih saham sekitar US$ 3,9 miliar.

Manajer Investasi Pictet Asset Management, Tan Altundag, menilai keputusan MSCI mempertahankan Indonesia dalam kelompok pasar yang masih dapat diinvestasikan oleh banyak dana global memang penting.

Namun, hal itu belum otomatis mengembalikan kepercayaan investor maupun membalikkan arus keluar modal asing.

Menurutnya, investor global masih menunggu bukti nyata bahwa reformasi pasar berjalan efektif sebelum kembali meningkatkan eksposur ke Indonesia.

MSCI sendiri menyebut langkah-langkah reformasi yang dilakukan Indonesia sebagai “langkah ke arah yang benar”.

Namun lembaga tersebut menegaskan bahwa opsi konsultasi untuk menurunkan status pasar tetap terbuka apabila perkembangan yang signifikan tidak terlihat hingga November.

Pandangan serupa disampaikan Gary Tan, Portfolio Manager Allspring Global Investments.

Ia menilai hasil evaluasi MSCI sejalan dengan ekspektasi pasar, tetapi nada pernyataan MSCI menunjukkan bahwa fokus kini bergeser dari sekadar pengumuman kebijakan menuju implementasi da… [content truncated]

*Tanggal Source Berita: Rabu, 24 Juni 2026 13:42:00 WIB*